Akhir September 'Berdarah' Bagi Mahasiswa

Tim Editor

    Orasi Mahasiswa dari BEM SI (Diah/era.id)

    Jakarta, era.id - Aliansi mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) berunjuk rasa di sekitar Gedung DPR. Mereka melakukan aksi teaterikal yang menunjukkan para mahasiswa yang tewas dan berguguran selama 'September berdarah'.

    Aksi teaterikal itu digelar di bawah flyover Ladokgi, Senayan, Jakarta Pusat, tempat para mahasiswa berkumpul. Di atas kain putih, seorang mahasiswa terbaring diikuti rekan-rekan lainnya yang menaburkan bunga.

    Puncak "darah" pada bulan September ini adalah tewasnya dua mahasiswa dari Universitas Halu Oleo (UHO) Himawan Randi dan Muhammad Yusuf Qardawi dalam aksi demonstrasi menolak revisi Rancangan Undang-Undang (RUU) KUHP dan UU KPK di Kendari, Sulawesi Tengah pada 26 September lalu. 

    "Itulah kondisi-kondisi bangsa kita saat ini dan kita memaknai bulan september ini menjadi bulan september berdarah," tutur Koordinator Pusat aksi sekaligus Presiden BEM IPB, Muhammad Nurdiansyah di lokasi, Selasa (1/10/2019).



    Dari kasus meninggalnya dua mahasiswa di Kendari, Nurdiansyah mengecam tindak kekerasan tersebut. Menurutnya, polisi tidak seharus menindak keras rakyat yang berusaha menyuarakan aspirasinya. 

    "Kami juga mendesak kepada aparat kepolisian, kepada kapolri khususnya, untuk lebih bisa mengkondusifkan massa secara humanis ke depannya. Kita, mahasiswa, tidak membawa alat atau senjata apapun. Identitas kami hanya almamater ini," tegas dia. 

    Para mahasiswa juga membawa tiga buah replika peti mati lengkap dengan pusara berwarna hitam yang bertuliskan RIP KPK. Bagi para mahasiswa, semua peristiwa itu mulai dari kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatera, Revisi UU KPK serta pemilihan Komisioner KPK yang baru, hingga kasus diskriminasi di Wamena, Papua telah menelah puluhan korban jiwa.

    Dalam orasinya, para mahasiswa ini membawa tuntutan kepada 575 anggota DPR RI periode 2019-2024 yang baru saja dilantik. Mereka menggaungkan tagar #TuntaskanReformasi dan #KawalDariAwal, di mana mereka meminta anggota parlemen yang baru ini berjanji untuk memberantas KKN, restorasi demokrasi, reforma agraria, kesatuan bangsa, dan penyelesaian kasus HAM. 

    Tag: demo demo pelajar ketua dpr

    Bagikan :