Bertemu Jokowi Jadi Strategi Buruh Sampaikan Tuntutan

Tim Editor

Demo buruh (Gabriella Thesa)

Jakarta, era.id - Meski sudah bertemu Presiden Jokowi di Istana Bogor, kemarin, bukan berarti buruh absen menyuarakan kegelisahannya lewat aksi unjuk rasa. Hari ini, massa buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengepung gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (2/10/2019).

Presiden KSPI, Said Iqbal mengungkapkan, pihaknya tetap menggunakan strategi KLAP (Konsep, Lobi, Aksi, dan Politik) dalam memperjuangkan tuntutannya. Ketika konsep sudah dibuat, selanjutnya lobi dilakukan untuk menyampaikan gagasan dan pikiran kaum buruh. 

Baca Juga: Giliran Buruh Demo di DPR Hari Ini

Dalam kaitan dengan itu, pertemuan antara Said Iqbal dan Jokowi adalah bagian dari upaya menyampaikan gagasan kepada kepala negara. Tidak cukup dengan lobi, serikat pekerja juga melakukan unjuk rasa untuk menyampaikan aspirasi. 

"Demonstrasi dilindungi konstitusi. Sebagai sebuah gerakan, KSPI tidak tabu dengan aksi unjuk rasa," kata Said Iqbal.

Tak hanya di Jakarta, aksi buruh juga dilakukan di 10 provinsi di Indonesia. Dalam aksi tersebut, ada tiga tuntutan utama yang akan disuarakan di antaranya tolak revisi UU Ketenagakerjaan, tolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan, dan revisi PP No. 78 Tahun 2015.

KSPI yang dalam Pilpres kemarin mendukung Prabowo Subianto mengatakan, pilpres sudah berakhir, baik secara politik maupun hukum di Mahkamah Konstitusi (MK). Ia berharap pemerintahan Jokowi-Maruf Amin akan memperjuangkan nasib buruh.

"Karena presiden yang terpilih adalah Pak Jokowi, sebagai presiden buruh tentu saya harus bertemu dengan beliau untuk menyampaikan isu dan gagasan kaum buruh sebagai penyeimbang dari gagasan yang telah disampaikan pengusaha," kata Iqbal.

Tag: hari buruh internasional

Bagikan: