Mereka yang Menunggu Hari Kiamat di Bawah Tanah

| 17 Oct 2019 16:11
Mereka yang Menunggu Hari Kiamat di Bawah Tanah
Ilustrasi (Pixabay)
Jakarta, era.id - Di desa Ruinerwold, ada sebuah rumah yang terasingkan. Tak seperti kebanyakan rumah lainnya, bangunan ini dikelilingi lahan pertanian yang sangat luas dengan pepohonan tinggi. Di rumah ini, di sebuah ruangan kecil di bawah tanah, hidup enam orang yang menunggu hari kiamat.

Seorang pria berpenampilan semrawut dengan gontai berjalan ke sebuah bar terdekat dari pedesaan di provinsi Drenthe, Belanda timur. Dengan wajah lemas, baju lusuh, dan rambut yang berantakan, pria berperawakan kurus itu masuk untuk meminta pertolongan kepada orang-orang yang ada di sana.

Pria ini bernama Jan. Ia baru saja kembali melihat dunia luar usai terisolasi selama sembilan tahun di ruang bawah tanah rahasia bersama keluarganya yang terdiri dari enam anak dewasa berusia 18 hingga 25 tahun dan ayah mereka. Keluarga Greet van Dorsten, itulah yang dilaporkan Daily Mirror, Kamis (17/10/2019).

Pemilik bar lokal Chris Westerbeek mengatakan kepada penyiar RTV Drenthe, dirinya keheranan usai didatangi seorang pria dengan penampilan aneh yang tampak kebingungan pada Minggu malam. Di dalam bar itu, pria itu bercerita bahwa dirinya melarikan diri dan membutuhkan bantuan segera. "Ia mengatakan tinggal di pertanian bersama saudaranya dan ingin mengakhiri cara hidup mereka," ujar Westbeek diberitakan Russian Times. Mendengar hal itu, ia langsung memanggil kepolisian setempat.

Baca Juga: Perang Korea dan Terbelahnya Wilayah Utara dan Selatan

 

Dari sini semua mulai terungkap. Kepolisian yang mencurigai laporan pria asing ini kemudian mendatangi rumah pertanian yang terletak sekitar 200 meter dari pinggir desa. Rumah yang terisolasi ini dipenuhi dengan kamera pengintai. Akses ke rumah ini juga hanya dapat melewati satu jembatan dengan gerbang yang dikunci. 

Di rumah ini, polisi menemukan anak-anak dan seorang lelaki tua yang terbaring di tempat tidur. Mereka tinggal di ruang bawah tanah yang hanya dapat diakses dengan tangga tersembunyi di balik lemari di ruang tamu. Saat diselamatkan oleh polisi, Geert van Dorsten dan kelima anaknya dilaporkan menggunakan bahasa khayalan, karena ada beberapa kalimat yang tidak dimengerti. Keluarga ini juga diketahui makan dan tidur di lantai di ruangan tanpa jendela. 

Beberapa anak van Dorsten yang masih kecil bahkan percaya bahwa mereka adalah satu-satunya manusia yang hidup di Bumi setelah hari kiamat. Menurut Jan --putra sulung dari keluarga itu-- saudara-saudaranya tak pernah bersekolah dan mereka tak terdaftar oleh pihak berwenang setempat. Di rumah itu mereka hidup dengan sebidang sayur mayur dan ternak. Ibu mereka diperkiran telah meninggal dunia sebelum keluarga itu pindah ke rumah tersebut.

Mengungkap peran Josef si Austria

 

 

Baca Juga: Kisah Mereka Para Penyintas Topan Hagibis di Jepang

Kesaksian dari warga sekitar mengungkapkan, satu-satunya orang yang terlihat keluar masuk dari rumah itu adalah Josef B. Pria Austria ini diduga sudah membujuk dan menahan keluarga itu untuk bersembunyi selama 9 tahun lamanya. Josef si Austria, begitulah panggilan oleh warga sekitar, tinggal di karavan yang terletak sekitar 4 Km dari lokasi keluarga Belanda itu.

Selain itu, ia juga diketahui tinggal di dekat kediaman Dorsten. Seorang perempuan yang tinggal di sebelah rumah Josef, Sandra Soer mengungkapkan Josef merupakan seorang yang tak ramah. Ia tak pernah menyapa atau bersosialisasi dengan para tetangga. "Ia hanyalah sosok misterius," ucap Sandra.

Menurut Daily Mail, Josef juga sering berpergian ke Lidl --supermarket asal Jerman-- untuk membeli kebutuhan mingguan seperti bahan makanan dan perlengkapan rumah lainnya. 

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Austria di Wina mengkonfirmasi bahwa seorang warga negara Austria telah ditangkap sehubungan dengan kasus di Belanda tersebut. Pria itu tercatat menyewa properti di mana keluarga aneh itu bermukim. Ia ditangkap atas tuduhan melakukan perampasan secara ilegal dan merusak kesehatan keluarga itu. Kementerian Luar Negeri Austria mengatakan kepada dpa bahwa pria warga Austria itu telah menolak bantuan konsuler dari negara asalnya. 

"Ada banyak spekulasi tentang penemuan ini, tetapi banyak pertanyaan yang belum terjawab. Polisi akan terus melakukan investigasi secara menyeluruh," kata juru bicara kepolisian Natahlie Schubart.

Tags : penculikan
Rekomendasi