Mengintip Cara Pawang Hujan Kawal Pelantikan Jokowi-Ma'ruf

Tim Editor

Gedung DPR RI (Gabriella Thesa/era.id)

Jakarta, era.id - Keberadaan pawang hujan di setiap hajatan bukan lagi menjadi barang tabu, bahkan bisa dikatakan sudah menjadi sebuah kearifan lokal. Jika perhelatan sepak bola antarkampung (Tarkam) saja menggunakan jasa pawang hujan, maka di hajatan besar sekaliber pelantikan presiden dan wakil presiden tentunya akan dibantu oleh orang-orang yang mengklaim bisa mengendalikan cuaca.

Salah satu pawang hujan yang 'mengawal' pelantikan presiden terpilih Joko Widodo dan wakil presiden terpilih Ma'ruf Amin di Gedung DPR/MPR/DPD, Jakarta hari ini, Minggu (20/10/2019) adalah Raden Roro Istiati Wulandari. Wanita yang akrab disapa Rara ini mengaku sebagai pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin, makanya ia secara sukarela mengerahkan kemampuannya dalam menghalau hujan.

Ia menjamin cuaca akan bagus dari mulai Jokowi keluar dari Istana Kepresidenan menuju Gedung MPR/DPR hingga kembali lagi ke Istana Merdeka. "Aman, cerah," ungkap Rara saat ditemui era.id di Kantor Penghubung Provinsi Bali, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (18/10).


Malam tadi, Rara bersama para relawan Jokowi-Ma'ruf menggelar doa bersama dan tumpengan agar acara pelantikan berjalan lancar. "Kalau ini saya pakai ini, kita bikin tumpeng, syukuran supaya acara tanggal 20 itu lancar," kata Rara.

Wanita 35 tahun itu bukan sekali ini saja diminta untuk melancarkan acara keluarga Jokowi, tapi juga saat pernikahan putrinya yaitu Kahiyang dengan Bobby Nasution. Namun pada gelaran pelantikan presiden dan wakil presiden ini, ia bekerja atas inisiatif sendiri.

"Witing tresno jalaran soko kulino. Jadi saya merasa lima tahun ini di pemerintahan Pak Jokowi itu baik, ibarat kata beliau itu ngewongke (menganggap orang), bu Iriana juga baik," ujarnya.

Lalu bagaimana cara kerja Rara dalam mengendalikan cuaca? Meski tak menjelaskan secara rinci, Wanita asal Jawa Tengah ini cukup memonitor perkiraan cuaca lewat aplikasi dari smartphone miliknya.


Raden Roro Istiati Wulandari (Tarida/era.id)

Selian itu, dengan bantuan teknologi, ia bisa bekerja dari jarak jauh seperti hari ini. Selain itu, Rara juga menepis anggapan pawang hujan adalah dukun. Ia menegaskan bahwa dirinya adalah pawang hujan milenial era now yang melek teknologi.

"Jadi pawang hujan itu bisa jarak jauh seperti bluetooth. Tapi kalau umpamanya saya di lokasi, itu sebenarnya lebih bagus, karena di sana bisa tahu yang kelihatan enggak kelihatan dan yang nyerang," ujar wanita yang mengaku beragama Hindu Kejawen ini.

Ia juga mensyaratkan agar para pemakai jasanya mengirim foto orang yang punya hajat dan gambar awan di lokasi acara. Rara juga mengaku tak punya ritual khusus selain meditasi dan berdoa. Kekuatan doa, kata Rara, memiliki pengaruh yang sangat besar. Apalagi jika doa juga diucapkan dari orang-orang yang menginginkan acara itu sukses. "Karena memang itu kekuatan doa, dan niat untuk menggeser," ucapnya.

Sebelumnya, pada Jumat kemarin, beredar sebuah video aktivitas spiritual yang dilakukan oleh seorang paranormal bernama Ki Sabdo Jagad Royo. Ki Sabdo mengaku sedang melakukan ritual geladi bersih pengamanan di gedung parlemen pada Jumat (18/10/2019), untuk acara pelantikan kepala negara 20 Oktober 2019. Pria yang menklaim dirinya sebagai Presiden Alam Gaib ini juga mengaku turut menyertakan Ratu Pantai Selatan Nyi Roro Kidul dan Nyi Blorong untuk mengawal pelantikan.

Pihak MPR RI sebagai salah satu panitia pelantikan menepis segala bentuk aktivitas spiritual seperti pawang hujan dan aksi pembersihan Ki Sabdo. Sekretaris Jenderal MPR RI, Ma'ruf Cahyono mengatakan pihak MPR maupun DPR tidak pernah menyuruh untuk melakukan pengamanan secara supranatural. Ma'ruf mengaku persiapan jelang pelantikan hanya dilakukan sebatas pengamanan gedung dan hal-hal yang sifatnya teknis yang mendukung sidang pelantikan.

"Masyaallah, kalau MPR ya persiapannya adalah hal-hal yang memang satu secara teknis mendukung persidangan, yang kedua ilustrasi yang ketiga subtansial," ungkap Maruf saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (18/10).

Tag: pawang hujan

Bagikan: