Suhu Panas Kawasan Wisata di Lembang Ikut Menghangat

| 23 Oct 2019 18:07
Suhu Panas Kawasan Wisata di Lembang Ikut Menghangat
Kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. (Iman Herdiana)
Bandung, era.id - Suhu panas terik yang terjadi beberapa waktu terakhir juga dirasakan warga Bandung dan sekitarnya. Kondisi iklim yang kurang bersahabat ini juga dirasakan di sejumlah tempat wisata.

Suhu panas bahkan dirasakan di dataran tinggi Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Selama ini kawasan wisata berkontur pegunungan ini dikenal dingin.

Idris Permana, warga Desa Gunangkahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, menyebut suhu panas mulai dirasakan sejak dua minggu terakhir. 

“Panas sekali. Sejak dua minggu terakhir,” kata Idris, saat dihubungi, Rabu (23/10/2019).

Ia bahkan menyebut alat pengukur suhu menunjukkan 30 derajat. Padahal selama musim kemarau biasanya suhu Lembang tetap terasa dingin. Musim kemarau ini juga memengaruhi sediaan air. Menurutnya, sejumlah warga ada yang mulai kesulitan air bersih.

Selain itu, kemarau juga sempat menimbulkan kebakaran di hutan bambu yang merupakan hulu mata air. “Kemaraunya terik, jadi sempat ada kebakaran juga.”

Warga Lembang lainnya, Cardi, juga mengamini kondisi suhu kampung halamannya yang panas tak biasanya. “Panas sekali, biasanya sedanglah,” kata Cardi.

Menurutnya, suhu panas mulai dirasakan sejak musim kemarau. Kondisi mata air juga cukup terpengaruh, sediaan air menyusut. Untuk diketahui, sumber mata air di desa Gudangkahuripan mengandalkan mata air alami yang disebut pancuran tujuh. Di atas mata air tersebut merupakan hutan pohon bambu. Menurut Cardi, akibat kemarau ada pancuran yang airnya mulai surut.

 

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menepis kabar hoaks berantai mengenai kondisi Indonesia yang dilanda gelombang panas. Deputi Bidang Meteorologi Mulyono R. Prabowo menjelaskan, saat ini Indonesia memang dilanda suhu panas, tapi bukan gelombang panas.

Sehingga fenomena gelombang panas tidak terjadi di Indonesia. Berdasarkan data histori, suhu maksimun di Indonesia belum pernah mencapai 40 derajat celsius. 

Data BMKG menyebut suhu tertinggi yang pernah terjadi di Indonesia sebesar 39,5 derajat celcius pada tahun 2015 di Kota Semarang, Jawa Tengah. Gelombang panas terjadi pada wilayah yang terletak pada lintang menengah dan tinggi. Sementara wilayah Indonesia terletak di wilayah ekuator yang secara sistem dinamika cuaca tidak memungkinkan terjadinya gelombang panas.

“Suhu panas yang terjadi di wilayah Indonesia merupakan fenomena akibat dari adanya gerak semu matahari yang merupakan suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun, sehingga potensi suhu udara panas seperti ini juga dapat berulang pada periode yang sama setiap tahunnya,” terangnya.

Bahkan pada tanggal 20 Oktober terdapat tiga stasiun pengamatan BMKG di Sulawesi yang mencatat suhu maksimum tertinggi yaitu, Stasiun Meteorologi Hasanuddin (Makassar) 38.8 C, diikuti Stasiun Klimatologi Maros 38.3 C, dan Stasiun Meteorologi Sangia Ni Bandera 37.8 C. Suhu tersebut merupakan catatan suhu tertinggi dalam satu tahun terakhir, dimana pada periode Oktober di tahun 2018 tercatat suhu maksimum mencapai 37 C.

"Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat yang terdampak suhu udara panas ini untuk minum air putih yang cukup untuk menghindari dehidrasi, mengenakan pakaian yang melindungi kulit dari sinar matahari jika beraktivitas di luar ruangan," imbau Mulyono. (Iman Herdiana)

Rekomendasi