Sutina Bunuh Bayinya dengan Memasukan ke Mesin Cuci

Tim Editor

Gambar oleh akiragiulia dari Pixabay

Palembang, era.id - Ini adalah kisah pembunuhan sadis seorang bayi yang baru saja lahir. Si ibu kandung sendiri, Sutina, tega-teganya memasukan bayinya ke dalam mesin cuci hingga tewas.

Sutina adalah seorang ART. Dia bekerja di rumah bekas Wakil Gubernur Sumsel Ishak Mekki. Di rumah ini juga, Sutina melahirkan tanpa bantuan siapa pun di dalam kamar mandi.

"Bayi itu baru saja lahir lalu dimasukkan ke dalam mesin cuci dibalut kain, kemudian ditemukan oleh temannya yang langsung membawa bayi ke rumah sakit dan pada saat perawatan bayinya meninggal," ucap Kapolresta Palembang Kombes Pol Didi Hayamansyah seperti kami kutip dari Antara, Selasa (5/11/2019).

Kondisi bayi saat ditemukan teman sesama ART, cukup mengenaskan. Ada beberapa bekas luka. Hasil pemeriksaan, si bayi itu meninggal Senin (4/11) pukul 20.30 WIB.

Berdasarkan pemeriksaan, Sutina mengaku membunuh bayi lantaran malu hamil di luar nikah. Sialnya lagi, kekasihnya pun tidak mau bertanggung jawab. Selama hamil, dia menutupi perutnya dengan korset agar tidak diketahui orang lain.

"Pelaku disangkakan Pasal 76 Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara, untuk sementara pelaku ditahan di Unit PPA Polresta Palembang," kata Kombes Pol Didi.

Sutina adalah janda dengan dua anak. DIa baru bekerja lima bulan di rumah bekas Wagub Sumsel ini.

Seperti biasa, setelah melakukan, Sutina mengaku khilaf. Dia bilang, enggak ada niatan membunuh si bayi karena sudah punya rencana akan menitipkan bayi ke panti asuhan. Lantas mengpa dia tega memasukkan bayinya ke dalam mesin cuci?

"Saya masukan bayi itu ke dalam mesin cuci supaya tidak ada yang tau, ternyata teman saya tahu karena bayi menangis," kata Sutinah.

Setelah melahirkan bayinya pada Senin (4/11) pukul 11.00 WIB di kamar mandi, Sutinah langsung berusaha menghilangkan jejak dengan memasukan bayi ke dalam mesin cuci.

Kemudian ia keluar dari dalam kamar mandi dalam keadaan pucat dan dilihat rekannya bernama Sulastri, bersama rekannya yang lain kemudian Sutina dibawa berobat karena dikira sakit.

Namun saat berada di dalam mobil sebelum pergi berobat, Sulastri kembali ke dalam untuk mencari identitas Sutina guna keperluan berobat.

Saat masuk itulah Sulastri mendengar suara tangisan bayi dari dalam mesin cucl, ia lalu meminta temannya yang lain, yakni Lendi untuk mengecek suara tangisan bayi tersebut.

Kemudian Lendi memeriksa mesin cuci dan menemukan sebuah bungkusan, lantas ia mengeluarkan bungkusan itu lalu menemukan bayi dengan kondisi mengenaskan, para pembantu itu pun segera membawa bayi ke RS Siloam meski bayi tidak dapat diselamatkan.

Tag: pembunuhan

Bagikan: