Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin mengatakan, pelukan Paloh dan Jokowi hanya sekadar pemandangan yang mendinginkan suasana yang sempat menegang di antara keduanya.
"Hanya pemandangan seolah-olah baik-baik saja. Seolah-olah semuanya sudah selesai. Politisi selalu memiliki dua wajah," ungkap Ujang saat dihubungi era.id, Selasa (12/11/2019).