Pelajaran Penting: Jangan Belajar Agama di Medsos

Tim Editor

Ilustrasi (Pixabay)

Jakarta, era.id - Menteri Agama Fachrul Razi menyoroti penggunaan media sosial beberapa waktu belakangan. Dia bilang, banyak masyarakat Indonesia yang belajar agama dengan menggunakan medium tersebut.

"Indeks tertingginya 100, 9,89 orang Indonesia yang menggunakan medsos mencari dan menyebarkan konten tentang agama," kata Fachrul saat mengisi materi Rakornas Pemerintah Pusat dan Forkopimda di SICC, Jawa Barat, Rabu (14/10/2019).

Data Fachrul ini mengutip dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Dia juga memaparkan ada 43,91 persen masyarakat Indonesia yang belajar agama lewat internet.

Mereka juga mencari sifat-sifat Tuhan 40,31 persen, kuasa Tuhan 40,31 persen, dan kisah hidup orang-orang suci 36,72 persen. Menurutnya, indeks ini memberi gambaran soal minat masyarakat terkait informasi agama.

Berdasarkan data di atas, Fachrul menilai, angka ini harusnya mendapat perhatian lebih dari pemerintah.

Tujuannya, agar pemerintah bisa merumuskan strategi bagaimana memberi pelajaran agama yang baik dan sesuai dengan syariat namun tetap cocok dengan milenial.

"Terutama komunikasi kepada generasi milenial yang lebih rentan terhadap ideologi radikalisme, agar mereka terhindar dari kegagapan menghadapi era disrupsi dan membangun gerakan kebudayaan untuk memperkuat akal sehat kolektif," ungkapnya.

Selain merumuskan strategi, mantan Wakil Panglima TNI ini bakal menerjemahkan ajaran dari pemuka agama untuk dijadikan materi dasar. Sehingga, mereka bisa memilih mana ajaran yang tepat untuk mereka.

"Insyaallah dengan keimanan dan akal sehatnya, mereka akan memilih yang terbaik itu," tutupnya.

Tag: radikal kemenag

Bagikan: