Saatnya Lindungi Privasi dan Keamanan Data Digital di WhatsApp

Tim Editor

    Ilustrasi (Antonbe/Pixabay )

    Jakarta, era.id - Pengguna aplikasi pesan instan, WhatsApp, di Indonesia disebut yang terbesar di dunia. Menurut data, pengguna internet di Indonesia ada 171 juta, di mana 83 persen dari angka itu adalah pengguna WhatsApp.

    Seiring dengan perkembangannya, WhatsApp tak jarang dimanfaatkan oknum tertentu untuk menyebarkan berita hoaks, maupun hal-hal yang dapat merugikan penggunanya. Untuk itu, pihak WhatsApp meluncurkan sejumlah fitur untuk menjaga privasi dan keamanan data digital.

    "Pertama, kalo kita mendapatkan pesan dari orang tak dikenal. WhatsApp akan otomatis memberikan pilihan apakah ingin kita laporkan orang itu atau mau kita block," ujar Direktur Kebijakan WhatsApp Asia Pasifik, Clair Deevy dalam peluncuran program 'Literasi Privasi dan Keamanan Digital' di kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika di Jakarta, seperti dikutip Antara, Senin (18/11/2019).

    Baca Juga : Ternyata Orang Indonesia 'Gampangan' Share Data Pribadi


    Peluncuran program 'Literasi Privasi dan Keamanan Digital' di kantor Kemkominfo. (Foto: Istimewa)

    Tahun lalu, WhatsApp juga telah meluncurkan fitur forward atau pesan terusan dengan memberikan tanda 'forward' pada pesan.

    "Kami juga ingin memberikan secara lebih transparan, pesan yang Anda terima itu ditulis memang dari orang yang mengirim ataukah hasil 'forward' atau pesan yang diteruskan," kata Clair.

    Lebih jauh lagi, untuk membatasi penyebaran berita tidak benar, WhatsApp hanya mengizinkan sebuah pesan bisa diteruskan maksimal ke lima orang/grup. Dari inisiatif tersebut, data WhatsApp menunjukkan telah terjadi 25 persen penurunan pesan yang diteruskan ke grup Whatsapp.

    "Yang kami yakini adalah dengan memberi pembatasan seperti itu, kami bisa membantu menanggulangi ketika ada penyebaran informasi yang keliru atau yang salah," ujar Clair.

    Baca Juga : Kita adalah 'Big Data'

    Pekan lalu, WhatsApp bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika meluncurkan fitur baru untuk menghadirkan perlindungan privasi yang lebih baik kepada para pengguna.

    Fitur, yang dapat ditemui di pengaturan WhatsApp, tersebut memungkinkan pengguna untuk memilih siapa saja dalam kontak yang punya akses untuk menambahkannya ke dalam grup.


    Infografik (Twitter @siberkreasi)

    "Memang betul aplikasi WhatsApp kita ingin berbagi sebanyak mungkin, tapi kami juga di WhatsApp memerhatikan keamanan dan keselamatan data sehingga kita tahu betul dijaga di lingkaran teman, saudara dan keluarga kita," kata Clair.

    Selain itu, WhatsApp juga memiliki program edukasi masyarakat sehingga aplikasi pesan instan itu dapat digunakan untuk tujuan yang baik, tujuan yang positif, bukan menyebar hoaks.

    "Kami juga secara proaktif menyisir akun-akun yang mungkin fake dan juga meluncurkan program-program seperti ini untuk menjaga keamanan pengguna," ujar Clair.

    WhatsApp turut terlibat dalam program 'Literasi Privasi dan Keamanan Digital' yang diluncurkan hari ini, Senin (18/11/2019) bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama ICT Watch, dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

    Program Literasi Privasi dan Keamanan Digital

    Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama ICT Watch, WhatsApp, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) meluncurkan program literasi privasi dan keamanan digital.

    "Tujuannya adalah untuk meningkatkan awareness ataupun kesadaran masyarakat agar masyarakat menyadari bahwa data pribadi itu sangat penting sekali, dan agar kita juga aware terhadap perlindungan data pribadi kita," ujar Sekjen Kementerian Komunikasi dan Informatika, Rosarita Niken Widiastuti, di kantor Kominfo, Jakarta, Senin (18/11/2019).

    Menurut Niken, data saat ini menjadi aset yang luar biasa. Data nantinya bisa ditindaklanjuti untuk memecahkan permasalahan yang ada.

    Baca Juga : Kenalan dengan Viral, si Polusi Dunia Maya

    Sementara itu, Plt Direktur Ekskutif ICT Watch, Widuri, melihat saat ini banyak kasus-kasus yang terjadi terkait pelanggaran data pribadi, sehingga program literasi privasi dan keamanan digital menjadi langkah awal.

    "Saat ini langkah awal kami bersama WhatsApp dalam rangka privasi agar lebih aware pentingnya privasi mana yang boleh di-share mana yang tidak boleh di-share," kata Widuri.


    Infografik (era.id)

    Tag: whatsapp era kebebasan semu

    Bagikan :