Musim Hujan Kok Terasa Panas? Begini Penjelasannya

Tim Editor

Ilustrasi (Linus Sch├╝tz/Pixabay )

Bandung, era.id - Sejumlah wilayah di Indonesia telah memasuki musim hujan, termasuk di Bandung, Jawa Barat. Namun mengapa, kehadiran musim hujan ini tak berpengaruh banyak terhadap perubahan suhu udara yang panas.

Di kota yang dijuluki Paris Van Java ini, hawa gerah kerap mampir saat malam hari, terlebih pada siang hari. Apalagi jika langit hanya berupa mendung tapi tak turun hujan.

"Kemarin tidak hujan, hawanya gerah. Hari ini juga begitu, gerah," kata Eva, warga yang bekerja di kawasan Kosambi, Bandung, kepada era.id, Senin (18/11/2019).

Fenomena suhu yang menggerahkan itu dinilai wajar karena baru saja memasuki musim hujan. Bisa dibilang, saat ini masih proses transisi dari musim kemarau ke musim hujan. Sehingga wajar jika suhunya menghangat atau cenderung panas. 

Kepala Staf Geofisika Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Kelas I Bandung Tony Agus Wijaya bilang, sebelum terjadi musim hujan suhu memang terasa panas. Kondisi panas ini yang kemudian akan menyebabkan proses evapotranspirasi (penguapan) benda-benda di muka bumi. 

Selama proses penguapan, uap air yang naik ke atmosfer mengandung panas. Ketika uap air bertemu dengan udara akan meningkatkan kelembapan. "Kondisi ini yang menyebabkan lingkungan sekitar sebelum hujan menjadi panas dan lembap," terang Tony, saat dihubungi, Senin (18/11/2019).



Jika di lingkungan yang menjadi tempat penguapan tersebut terjadi hujan, maka akan terasa segar atau dingin. Hal ini terjadi karena hawa panas sudah terpakai hingga terjadinya hujan.

Sebaliknya, lanjut Tony, apabila di lingkungan penguapan tersebut gagal hujan, maka hawa panas akan tertahan. Penyebab gagal hujan adalah stabilitas atmosfer, inti kondensasi, atau angin kencang.

Selain itu, awan juga bisa menjadi penghangat alami. Karena sepanjang siang, awan-awan tersebut akan menyerap gelombang dari matahari dan permukaan bumi. Awan pun menyimpan banyak energi panas yang apabila tidak terjadi hujan, akan terasa panas dan lembab.

Akan tetapi, kondisi penguapan tanpa hujan ini diperkirakan berlangsung hanya dalam beberapa hari saja. Biasanya sampai tiga hari. Setelah itu kondisi akan normal kembali dan turun hujan. 

Tony menepis jika cuaca panas di musim penghujan ini karena faktor gelombang di samudera atau laut. Menurutnya, tidak ada faktor gelombang dari luar. "Ini normal saja," ucap Tony.

Berdasarkan data BMKG, cuaca Jawa Barat umumnya berawan dengan suhu antara 22-34 derajat Celsius. Daerah yang suhunya mencapai 34 antara lain Sukabumi, Indramayu, Karawang. Bandung sendiri suhunya 30 derajat Celsius.

Tag: kemarau lekaslah berakhir Prakiraan Cuaca

Bagikan: