Menko Polhukam Sudah Telusuri, Tak Ada yang Mencekal Rizieq Shihab

Tim Editor

Habib Rizieq Shihab (Sumber: Istimewa)

Jakarta, era.id - Menko Polhukam Mahfud MD menegaskan tak ada pencekalan terhadap kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab ke Tanah Air. Tak 'asbun', Mahfud mengaku sudah melakukan pengecekan secara menyeluruh terkait hal tersebut.

"Tadi berdiskusi mengecek ke semua Lini, jalur-jalur yang kami miliki, jalur Menteri Agama, jalur Mendagri, jalur menkopolhukam itu ternyata memang tidak ada sama sekali pencekalan yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia," kata Mahfud kepada wartawan di Kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (27/11/2019).

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini juga bilang, pihaknya tak bisa berbuat banyak terkait pencekalan tersebut. Kalaupun ada pencekalan, kata Mahfud, hal ini bukan dilakukan oleh pemerintah Indonesia dan pihaknya siap melakukan klarifikasi.

Selama ini, kata Mahfud, pihak Rizieq Shihab tak pernah melaporkan pencekalannya pada pemerintah Indonesia dan memilih menyampaikannya di media sosial.

"Habib Rizieq sendiri tidak pernah melapor tentang masalahnya. Kita mendengarnya lewat YouTube, dari medsos. Kalau tidak melapor bagaimana kita mau bertindak," tegasnya.


Menko Polhukam Mahfud MD gelar Rakortas bersama Mendagri dan Menag, salah satu yang dibahas adalah soal pencekalan Rizieq Shihab. (Wardhany/era.id)

Mahfud kemudian menyebut, sebenarnya tak ada alasan bagi Rizieq untuk tak melaporkan pencekalannya itu. Sebab, Kedubes Indonesia dan Komjen di Jeddah sangat responsif bila ada WNI yang meminta bantuan. Contohnya saja, saat ada WNI yang kecelakaan dan melapor pasti dibantu. Begitu juga WNI yang meminta kembali ke Indonesia ataupun sakit dan ingin dibawa ke rumah sakit.

"Oleh sebab itu kalau Habib Rizieq punya masalah dengan Arab Saudi ya monggo silakan, nanti kalau memang secara formal diperlukan pemerintah turun tangan sesudah beliau kontak masalah di Arab Saudi tentu kewajiban kita untuk ikut turun tangan," ujarnya.

Sebelumnya, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Essam bin Abed Al-Thaqafi yang berkunjung ke Kantor Kemenko Polhukam dan menemui Mahfud mengakui ada negosiasi antara badan otoritas tertinggi di Indonesia dengan Arab Saudi. Hanya saja, saat dikonfirmasi, Mahfud mengatakan negosiasi itu bukan dilakukan oleh dirinya.

Adapun pertemuannya dengan Dubes Arab Saudi pada Senin (25/11) itu hanya membahas soal beberapa kerja sama, salah satunya kerja sama memberantas terorisme.

Polemik soal pencekalan Rizieq Shihab ini muncul setelah dia menyebut pemerintah Arab Saudi melakukan pencegahan agar dirinya tak kembali ke Indonesia. Rizieq menyebut tak bisa kembali ke Indonesia karena ada surat pencekalan dari pemerintah Indonesia yang disampaikan pada pemerintah Arab Saudi.

Hal ini disampaikan Rizieq lewat kanal televisi milik FPI, yaitu Front TV. Dalam sebuah tayangan, Rizieq tampak memegang dua kertas yang disebutnya sebagai surat pencegahan dari Arab Saudi dan surat pencekalan dari Indonesia.

"Jadi sekali lagi, saya dicekal di sini. Bukan karena saya melakukan pelanggaran keimigrasian, bukan saya melakukan pelanggaran pidana atau perdata, bukan karena saya melakukan suatu kejahatan di Saudi ini atau satu kesalahan, tidak," kata Rizieq dalam videonya itu.
 

Tag: fpi mahfud md

Bagikan: