Eks Menag dalam Bayang-Bayang Kasus Suap Rommy

Tim Editor

Eks Menag Lukman Hakim Saifudin (Foto: Kementerian Agama)

Jakarta, era.id - Jaksa Penuntut Umum KPK menghadirkan bekas Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin sebagai saksi dalam lanjutan sidang dengan terdakwa mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Rommy di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (4/12/2019).

"Iya, ada beberapa saksi salah satunya Pak Lukman," ucap Maqdir Ismail, kuasa hukum Rommy di Jakarta, seperti dikutip Antara, Rabu (4/12/2019).

Rommy merupakan terdakwa perkara suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama. Selain Lukman, saksi yang dijadwalkan dihadirkan, yakni Sekretaris DPW PPP Jawa Timur Norman Zein, mantan Ketua DPW PPP Jatim Musyaffa Noer, dan seorang saksi bernama Asep SC.

Baca Juga : Rommy dan Menag Lukman Didakwa Menerima Suap Rp325 Juta

Sebelumnya, Lukman juga pernah dihadirkan sebagai saksi Pengadilan Tipikor Jakarta untuk terdakwa yang merupakan pemberi suap, yakni mantan Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin.

Selain Haris, terdakwa sebelumnya adalah mantan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi. Untuk Haris telah divonis 2 tahun penjara karena dinilai terbukti menyuap anggota DPR RI 2014-2019 Romahurmuziy alias Rommy dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sebesar Rp325 juta.

Sedangkan Muafaq divonis 1,5 tahun penjara karena dinilai terbukti memberikan suap sejumlah Rp91,4 juta kepada Rommy dan caleg DPRD Gresik dari PPP Abdul Wahab.

Pada Jumat 15 November 2019, Lukman melakukan aksi jemput bola dengan mendatangi gedung Merah Putih KPK di Kuningan, Jakarta. Kedatangannya itu untuk diklarifikasi oleh tim KPK terkait kewenangannya saat menjabat sebagai Menag di Kabinet Kerja periode 2014-2019.

Baca Juga : Eks Menag Lukman Hakim Saifuddin Diperiksa KPK


Lukman Hakim Saifudin di Gedung KPK, Jakarta Selatan. (Wardhany/era.id)

Kedatangannya ini tiba-tiba, sebab nama Lukman tak ada dalam jadwal pemeriksaan saksi maupun tersangka pada hari itu. "Ada kebutuhan klarifikasi lanjutan pada proses penyelidikan terkait pelaksanaan kewenangan di Kementerian Agama saat menjabat," kata Jubir KPK Febri Diansyah.

Saat tiba di Gedung KPK, Lukman tak diikuti para pengawalnya. Tanpa berbicara apa pun kepada wartawan, dia langsung masuk ke dalam gedung dan menuju meja resepsionis. Selanjutnya, dia menaiki tangga dan langsung menuju lantai dua tempat pemeriksaan saksi.

Didakwa terima suap

Sebelumnya, Lukman bersama-sama dengan Rommy juga telah didakwa menerima suap terkait seleksi jabatan di lingkungan Kemenag. Keduanya disebut menerima suap sebesar Rp325 juta dari mantan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur, Haris Hasanuddin. Selain itu, Rommy juga didakwa terima suap Rp91,4 juta dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi.

Adapun rincian penerimaan uang tersebut, yakni Rommy menerima Rp255 juta dalam dua tahap masing-masing Rp5 juta pada Januari 2019 dan Rp250 juta pada Februari 2019. Sementara itu jaksa tidak mengungkap rincian kronologi pemberian uang yang diterima oleh Menag Lukman dalam dakwaan Rommy.

Perkara ini berawal ketika Haris mengikuti seleksi jabatan di lingkungan Kemenag. Saat itu, Kemenag RI pada 13 Desember 2018, mengumumkan seleksi jabatan pimpinan tinggi di lingkungan Kemenag RI termasuk jabatan Kakanwil Kemenag Jatim dan Kakanwil Kemenag Gresik.



Syarat mengikuti seleksi itu tidak pernah dijatuhi hukuman PNS tingkat sedang atau berat dalam 5 tahun terakhir, serta mengisi surat pernyataan tidak sedang menjalani hukuman tersebut.

Haris yang sedang menjabat Kabid Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah di Kanwil Kemenag Jawa Timur turut mendaftar. Padahal, pada tahun 2016, Haris diberi hukuman disiplin berupa penundaan kenaikan jabatan selama 1 tahun. Terkait hal tersebut, Haris pun meminta bantuan dari Rommy. Rommy pun berkoordinasi dengan Menag Lukman terkait hal tersebut.

Alhasil, Haris lolos seleksi administrasi. Bahkan ia pun lolos dalam seleksi-seleksi selanjutnya. Dalam prosesnya, Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) sempat 2 kali menyurati Menag Lukman untuk membatalkan kelulusan Haris.

Pada 17 Februari 2019, Rommy menyampaikan bahwa Lukman akan tetap mengangkat Haris menjadi Kakanwil Kemenag Jatim dengan segala risiko. Pada akhirnya, Menag Lukman mengangkat Haris sebagai Kakanwil Kemenag Jatim pada 4 Maret 2019. 

Atas perbuatannya, Rommy didakwa pasal 12 huruf b atau pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 64 ayat (1) KUHP.

Untuk diketahui, Haris dan Muafaq telah divonis oleh Majelis Hakim pada Pengadilan Tipikor Jakarta. Haris divonis 2 tahun penjara karena dinilai terbukti menyuap Rommy dan Menag Lukman sebesar Rp325 juta.
Sedangkan Muafaq divonis 1,5 tahun penjara karena dinilai terbukti memberikan suap sejumlah Rp91,4 juta kepada Rommy dan caleg DPRD Gresik dari PPP Abdul Wahab.

Tag: suap untuk romi

Bagikan: