Selamat Datang di Dekade Terpanas Sepanjang Sejarah!

Tim Editor

    Sedang memuat podcast...

    Ilustrasi (express.co.uk)

    Jakarta, era.id - Dekade ini dinobatkan sebagai tahun-tahun paling panas sepanjang sejarah umat manusia. Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) dalam KTT Iklim COP25 di Madrid, Spanyol membeberkan data-data mengenai seringnya gelombang panas menerjang suatu negara, mencairnya es di Kutub Utara hingga permukaan laut yang terus naik.

    Sekretaris Jenderal WMO Petteri Taalas mengatakan bahwa suhu yang semakin tinggi akan membuat gelombang panas, banjir, dan siklon tropis akan lebih sering terjadi.

    "Gelombang panas dan banjir yang dulunya merupakan peristiwa sekali dalam satu abad sekarang menjadi lebih sering terjadi," ujar Taalas dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Reuters, Rabu (4/12/2019).
     


    Dari Asia, Amerika hingga Afrika diterjang angin topan yang besar, sementara terjadi kebakaran hutan di Kutub Utara dan Australia.

    "Negara-negara mulai dari Bahama hingga Jepang sampai Mozambik menderita akibat topan tropis yang menghancurkan. Kebakaran hutan melanda Arktika dan Australia," sambungnya.

    Buletin Gas Rumah Kaca WMO, yang terbit minggu lalu, mengungkapkan emisi gas rumah kaca yang memicu perubahan iklim di atmosfer mencapai rekor tertinggi baru.


    Infografik (Ilham/era.id)

    Laporan itu mengatakan konsentrasi karbon dioksida (CO2) naik sekitar 2,3 bagian per sejuta (ppm) yaitu dari 405,5 ppm pada 2017 menjadi 407,8 ppm pada 2018, kenaikan ini lebih tinggi dari kenaikan rata-rata tahunan dari 2005-2015 yaitu 2,06 ppm.

    Pada pembukaan KTT Iklim COP25 di Madrid, Spanyol, sebanyak 200 negara nyatakan berjanji melaksanakan sebuah "revolusi hijau" untuk memerangi dampak perubahan iklim. Di momen yang sama, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengaku kecewa dengan upaya negara-negara di dunia dalam mengurangi emisi gas rumah kaca.

    Tag: cuaca ekstrem

    Bagikan :