Memulihkan Daerah Aliran Sungai dan Mimpi Panen Kacang Termahal

Tim Editor

Menteri Siti Nurbaya saat menanam kacang Macademia (Foto Is)

Malang, era.id - Kita pasti pernah memakan kacang. Tapi tahukah kamu, ada kacang Macademia. Salah satu jenis kacang yang terklasifikasi jadi kacang paling mahal sejagat.

Kacang Macademia bisa dijual dengan harga Rp300-400 ribu tiap kilogram. Bahkan beberapa tautan, menyebut angka Rp650 ribu/Kg sebagai nilai ekonomisnya.

Bukan tanpa sebab kacang yang ditemukan John Macadam tahun 1857 ini jadi mahal. Menurut berbagai informasi,  kacang jenis ini menjadi mahal karena kita harus menunggu 7-10 tahun sebuah pohon untuk menghasilkan kacang.

Pohon ini rencananya mau disebar di berbagai titik Daerah Aliran Sungai (DAS) di Indonesia. Tumbuhan ini dikenal karena bijinya yang dikenal dengan nama kacang Macadamia. Hasil kajian Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Macadamia cocok untuk ditanam di wilayah DAS Indonesia.

Kehadiran kacang Macadamia akan bisa memulihkan sekitar 14 juta ha lahan kritis yang tersebar di 17 ribu DAS. Karena perspektif pemulihan tidak lagi hanya sekedar menanam pohon, namun meluas pada pemulihan lahan kritis di hulu DAS.

''Kami mengajak jajaran Pemda, swasta dan seluruh masyarakat bersama Kementerian LHK mengembangkan Kebun Bibit Desa. Pada musim hujan tahun 2019-2020 ini KLHK akan membangun 1.000 KBD di samping 51 persemaian permanen yang sudah ada di seluruh Indonesia,'' kata Menteri LHK Siti Nurbaya kala membuka Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungai (GNPDAS) di Desa Oro-oro Ombo, Kota Batu, Malang, Jawa Timur, Kamis (5/12/2019).

Macadamia diharapkan menjadi solusi persoalan degradasi lahan dan kebutuhan ekonomi rumah tangga masyarakat. Dengan menggunakan sistem agroforestry, Macadamia mampu meningkatkan fungsi hidrologis, pengendalian erosi, tahan terhadap kebakaran dan kekeringan. 

Macadamia yang dikembangkan KLHK adalah jenis macadamia integrifolia, jenis ini terkenal sebagai penghasil kacang yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Kacang Macadamia apabila sudah diolah bisa dibandrol dengan harga Rp450-650 ribu/Kg. Jika sudah matang, kacang Macadamia bisa dijual dengan harga yang lebih mahal dan merupakan produk ekspor.


Siti Nurbaya dan Gubernur Jawa Timur

"Satu pohon macadamia sekali panen bisa sampai 20-25 Kg. Dalam setahun bisa panen 3-4 kali. Pohon Macadamia pada usia 5-7 tahun sudah mulai berbuah. Pada usia 10 tahun, produksinya bisa dua kali lipat. Kalau satu petani punya 1 ha macadamia, itu gross margin-nya bisa lebih dari Rp1 miliar. Bibit Macadamia ini kami bagikan gratis kepada rakyat," kata Menteri Siti.

Bibit Macadamia yang sudah dibagikan kepada masyarakat melalui Ditjen PDASHL KLHK lebih dari 1 juta batang, di antaranya di kawasan Danau Toba, Tegal, Padang,  Solok, Malang, Dieng, Sulsel, Toraja, Sukabumi, Lampung, dan berbagai daerah lainnya.

"Jadi sekarang semangatnya tidak hanya sekedar menanam untuk merehabilitasi lahan, tapi juga bisa mendapatkan kesejahteraan. Ayo tanam pohon dan jadi jutawan," ajak Menteri Siti.

Pengembangan Macadamia untuk tanaman Rehabilitasi Hutan dan Lahan akan dilaksanakan juga pada DAS-DAS prioritas se Indonesia. Dengan menanam Macadamia kebutuhan jangka pendek dapat terpenuhi dan kebutuhan jangka panjang bisa dicapai. 

Semangat merehabilitasi ini semakin digaungkan melalui GNPDAS. Ini merupakan inisiasi KLHK sebagai gerakan bersama dengan mengedepankan prinsip keterpaduan pekerjaan penanaman, sipil teknis, dan teknik pembibitan, serta melibatkan partisipasi masyarakat. 

Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo, bahwa penanganan wilayah kritis harus menghasilkan perubahan, membangun kesempatan kerja dan mengatasi kemiskinan selain mengatasi permasalahan lingkungan.

''KLHK juga sedang mempersiapkan persemaian modern dalam skala besar di calon lokasi Ibu Kota Negara, dan empat persemaian di kawasan strategis lainnya,'' ungkap Menteri Siti.

Penanganan lahan kritis di tingkat tapak dikatakannya tidaklah sederhana, bahkan sering menghadapi permasalahan sosial yang cukup kompleks. Karena itu perlu dilakukan pendekatan bentang lahan/lansekap terpadu. Sistem agroforestri atau wanatani merupakan pola usahatani yang paling rasional untuk menjawab konsep tersebut.

Tag: hari lingkungan hidup

Bagikan: