Keberpihakan Pemprov DKI Untuk Gelaran DWP

Tim Editor

    DWP (Instagram)

    Jakarta, era.id - Djakarta Warehouse Project atau DWP bakal digelar di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Jumat (13/12/2019) malam ini hingga Minggu (15/12/2019) mendatang. Meski mendapat penolakan dari Ormas Islam, namun Pemprov DKI Jakarta sebagai tuan rumah siap menyambut para partygoers.

    "Adalah kewajiban negara, kewajiban pemerintah baik pusat maupun provinsi kebetulan hari ini substansi ada di provinsi (DKI Jakarta), jadi pemerintah harus hadir karena ada permohonan untuk penyelenggaraan konser," ujar Sekda DKI Jakarta Saefullah, di Balai Kota, Jakarta, Jumat (13/12/2019).

    Penyelenggara DWP sudah meminta izin menggelar pertunjukan kepada pemerintah daerah dan kepolisian sehingga tak ada alasan untuk menolak acara dengan skala internasional itu. 

    "Polisi, pemerintah melayani semua warga negara dari kelompok manapun dari lapisan manapun untuk aktivitas apapun sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Undang-undang maupun Perda, acara ini tidak melanggar ketentuan terkait tidak bisa menolak memberikan izin," lanjut Saefullah.

    Terkait penolakan dari Ormas, Pemprov DKI akan jadi penengah antara pihak yang menolak dengan penyelenggara. "Penolakan akan kita ajak duduk bareng ketemuan dengan pihak penyelenggara. Kita cari tentang mediasi sehingga akan ada satu kesepakatan yang bisa kita sama-sama," ucap Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Alberto Ali.

    Sementara, polisi bakal menerjunkan sebanyak 597 personel untuk mengamankan Martin Garrix, Skrillex dan kawan-kawan untuk manggung di JIExpo nanti malam.

    "Sekarang kita siapkan gabungan personel TNI dan Polri ada 597 personel," ujar Kapolres Jakarta Pusat , Kombes Pol Harry Kurniawan.

    Harry mengatakan, jumlah tersebut sudah dikoordinasikan dengan pihak panitia dan Satpol PP untuk memastikan pengamanan selama pelaksanaan DWP 2019.

    "Kita sudah koordinasi dengan penyelenggara, Satpol PP. Nanti ada yang pakai pakaian dinas, pakaian preman, juga dengan panitia," kata Harry.

    Selain pengamanan di dalam kawasan JIE Expo, Harry mengatakan, pengamanan juga tetap dikerahkan untuk menghindari protes-protes masyarakat yang menolak kehadiran acara dengan taraf internasional itu. Ia juga telah meminta masyarakat yang menolak agar menjaga situasi tetap kondusif jika melakukan aksi protes.

    "Mulai dari hari ini kita sudah berikan pengamanan, sudah ke lokasi. Kita juga sudah menyampaikan kalau melakukan aksi unjuk rasa silahkan diperbolehkan yang penting jangan ganggu arus lalu lintas, jangan buat keributan, sudah ada aturannya masing- masing," kata Harry.

    Ismaya selaku pihak penyelenggara DWP 2019 mengatakan akan ada penampilan dari 69 musisi dari berbagai sub-genre musik elektronik, dua "special stage" dan tujuh pendukung acara.
     

    Tag: wisata

    Bagikan :