Persahabatan Gereja dan Ponpes di Jaktim yang Bikin Adem

Tim Editor

Gereja Kalvari dan Pondok Pesantren Minhaajurrosydiin. (Foto: Istimewa)

Jakarta, era.id - Para relawan dari komunitas sosial bernama Generasi Milenial menenebar kebahagiaan dengan menggelar kegiatan sosial dalam rangka Hari Ibu yang diperingati setiap tanggal 22 Desember. Hal ini membuktikan bahwa perempuan juga memiliki peran penting dalam kehidupan sosial masyarakat.

Generasi Milenial yang berada di bawah payung Gereja Kalvari kali ini menggelar kegiatan sosial yang bekerja sama dengan Pondok Pesantren Minhaajurrosydiin. Mereka mengadakan acara khitanan masal gratis dengan tema 'Lovely Day' pada hari Minggu 22 Desember lalu.

"Angkatan pertama berhasil menggagas rekreasi bersama penyintas kanker dan gangguan hati kronis. Angkatan kedua bernama Cahaya Pelita berkolaborasi dengan Pondok Pesantren Minhaajurrosydiin menggelar karya sosial," ujar salah seorang relawan, Yustina Perianti.

Yustina mengaku dengan terjun dalam karya sosial dapat mengasah kepekaan dan rasa cinta yang besar pada kehidupan sehingga kegembiraan dari sesama bisa menjadi motivasi hidup seseorang.

"Aksi penuh toleransi dan empati dari para relawan juga memberi kebahagian personal. Sehingga relawan kembali terpacu bersama untuk kembali berkarya bagi sesama," katanya.



Acara ini pun mendapat sambutan penuh antusias dari Ketua Pondok Pesantren Minhaajurrosydiin Moh. Asy'ari Akbar. Dia mengatakan sangat menyambut baik kegiatan sosial ini karena bisa membantu warga yang terkendala secara ekonomi untuk menjalankan perintah agama.

Sementara Pastor Paroki Gereja Kalvari Lubang Buaya, Johan Ferdinand Wijshijer mengungkapan hal serupa. "Saya sangat senang. Ini melampaui toleransi, adanya persahabatan antara gereja dan pondok pesantren untuk bekerja sama," katanya.

Karya sosial ini didukung oleh para dokter dari Klinik Kalvari, Klinik Kampung Sawah-Servatius, Puskesmas Lubang Buaya, dan Klinik Pondok Pesantren Minhaajurrosydiin. Sementara Komunitas Generasi Milenial Cahaya Pelita tak hanya mendampingi para peserta, tapi juga mengkedukasi tentang manfaat kesehatan dari khitan.



Kegitan tersebut diadakan di Pondok Pesantren Minhaajurrosydiin. Total ada seratus anak yang berusia sekitar 7-15 tahun yang menjadi peserta khitan masal gratis ini.

"Ini hal baru buat aku, tantangan baru menyiapkan hiburan untuk anak-anak bersama dengan teman baru juga," ungkap Ayutasari, perwakilan dari BEM STAIMI dari Pondok Pesantren Minhaajurrosydiin.

Tag: keberagaman

Bagikan: