Pengakuan Korban Reynhard Sinaga: Aku Meronta dan Melawan Saat Dia Memerkosaku

Tim Editor

Reynhard Sinaga (BBC)

Warning Expicit Content!

Jakarta, era.id - Tengah malam, James (bukan nama sebenarnya) seketika terbangun dari mabuknya. Saat membuka mata, ia kaget bukan kepalang. Seorang pria kurus tanpa busana sedang asyik menjamah tubuhnya. James yang tergemap sontak loncat dan melawan dekapan sang pria yang diketahui bernama Reynhard Sinaga.

Dia berkali-kali meronta dan memukuli Reynhard hingga akhirnya berhasil melarikan diri. Tanpa keberanian James, mungkin kejahatan yang dilakukan Reynhard Sinaga tidak akan pernah terungkap.

Ia pun melapor ke polisi hingga akhirnya pemuda asal Jambi itu ditangkap pada Juni 2017 dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada 6 Januari kemarin. Total korban yang kasusnya digelar dalam empat sidang ini ada 48 pria dengan 159 dakwaan.

James bercerita, sebelum insiden pemerkosaan dirinya terjadi, saat itu dia sedang menunggu teman-temannya di luar klub Factory di Manchester sekitar tengah malam. Ketika sedang menunggu balasan pesan dari teman-temannya, Reynhard pun datang menghampirinya. Pria lulusan Universitas Indonesia (UI) itu pun membujuknya untuk mampir ke apartemennya --yang dekat dengan Factory-- untuk bersantai sejenak.

Baca Juga : Reynhard Sinaga si Anak Orang Kaya

Seperti dilansir Daily Mail, Selasa (7/1/2020) di dalam apartemen, korban menenggak dua shot minuman beralkohol. Reynhard Sinaga kemudian menuangkan suntikan berisi cairan bening dari sesuatu yang tampak seperti botol Sambuca. Meskipun James sempat minum alkohol di klub pada malam itu, korban mengatakan dia baru satu jam berada di klub malam dan belum begitu mabuk.

Tak jelas apa yang terjadi saat itu, karena mantan pemain Rugby --kala itu masih berusia 18 tahun-- dalam kondisi mabuk. Saat terbangun, ia mendapati dirinya di apartemen Reynhard dan sedang 'digerayangi'. Meskipun masih dalam kondisi sober, ia mampu mendorong Reynhard dan akhirnya kabur dari 'cengkraman' Reynhard.

Baca Juga : WNI Pemerkosa dengan Korban Terbanyak di Inggris


Apartemen Reynhard Sinaga (Dailymail)

Hakim Suzanne Goddard memimpin sidang kasus perkosaan berantai Reynhard Sinaga. Dalam dokumen putusan sidang tahap kedua yang dibacakan pada 21 Juni 2019, Hakim Goddard secara khusus menyebut korban pria muda yang ia katakan diperkosa secara brutal oleh Reynhard.

"Anda memerkosa korban sebanyak tujuh kali dengan memerkosa melalui anus selama delapan jam saat ia berada di apartemen Anda. Ia terlihat dalam kondisi sangat mabuk saat Anda mulai memfilmkan dia dan ketika dia tidak sadar, Anda memerkosanya berkali-kali, sambil terus menekannya saat dia terdengar bersuara," kata Hakim Goddard seperti dilansir BBC, Selasa (7/1/2020).

Secara gamblang, hasil BAP Reynhard pun dihadirkan untuk memperlihatkan bagaimana 'bar-barnya' anak dari pengusaha asal Jambi itu memperkosa para korbannya.

"Anda terlihat menyeka anus (korban) dengan tisu atau kain dan terlihat ada noda darah akibat tindakan seksual Anda. Ini pun tidak membuat Anda berhenti, dan Anda kembali memerkosa melalui anus saat dia masih tidak sadarkan diri," ucap Hakim.

Baca Juga : KBRI Tak Bisa Intervensi Kasus Reynhard Sinaga

Sinaga diduga telah mencampur minuman beralkohol dengan obat-obatan untuk melumpuhkan korban sebelum memperkosa. Hakim Goddard mengatakan obat bius yang diduga digunakan untuk melumpuhkan korban adalah GHB (gamma-hydroxybutyrate). Obat jenis ini pun terbilang sangat mudah didapatkan.

Narkoba jenis GHB umumnya digunakan secara rekreasional untuk menghasilkan perasaan euphoria, tetapi dosis yang terlalu banyak dapat menyebabkan efek samping ketidaksadaran, koma, bahkan kematian.
 

Tag: reynhard sinaga

Bagikan: