80 Orang Meninggal, China Uji Coba Obat HIV untuk Lawan Virus Korona

Tim Editor

Seorang petugas medis menangani pasien yang terduga terkena virus corona di Zhongnan Hospital of Wuhan University. (Foto: Antara)

Jakarta, era.id - Libur kerja dan sekolah di China dalam rangkaian Tahun Baru Imlek diperpanjang terkait meluasnya wabah pneumonia berat yang diakibatkan oleh virus korona jenis baru (2019-nCoV). Hingga Senin pagi (27/1/2020) jumlah korban tewas akibat virus korona telah mencapai 80 orang.

Tercatat ada 2.761 kasus 2019-nCoV di China, termasuk 17 kasus di Hong Kong, Makau, dan Taiwan. Jumlah korban tewas juga bertambah menjadi 80 orang, 51 orang telah dipulangkan dari rumah sakit, dan 5.794 lainnya berstatus terduga.

Di Provinsi Hubei sebagai pusat berjangkitnya virus tersebut terdapat 371 kasus baru sehingga menjadi 1.423 kasus dan lebih dari 24 orang meninggal serta 76 orang kritis, demikian CGTN, seperti dikutip Antara, Senin (27/1/2020). 

Saat ini, China sedang menguji coba obat HIV (Human Immunodeficiency Virus) sebagai penyembuhan gejala virus korona baru yang cepat menular, demikian perusahaan farmasi AbbVie Inc pada Minggu (26/1).

Otoritas kesehatan China meminta obat-obatan tersebut guna membantu upaya pemerintah menangani krisis wabah virus korona, menurut Adelle Infante, juru bicara AbbVie yang berbasis di Illinois, Chicago Utara.


Obat Antiretroviral Fixed Dose Combination jenis Tenofovir, Lamivudin, Efavirens (ARV FDC TLE) yang digunakan untuk terapi pengobatan HIV/AIDS. (Foto: Antara)

Aluvia, yang juga dikenal sebagai Kaletra, merupakan kombinasi lopinavir dan ritonavir. Ini adalah jenis pengobatan oral yang diberikan kepada pasien penderita infeksi HIV.

Dalam panduan yang dirilis pada Kamis, pemerintah menyebutkan tidak ada obat anti-virus yang efektif namun pihaknya menyarankan agar mengkonsumsi dua pil lopinavir/ritonavir dan satu dosis interferon alfa dua kali sehari.

Otoritas kesehatan di seluruh dunia sedang berjuang mencegah sebuah pandemik setelah lebih dari 2.000 orang terinfeksi di China dan 56 orang meninggal setelah tertular virus tersebut.

Tag: korona

Bagikan: