Pemilik Sumber Radioaktif Batan Indah Jual Beli Jasa Dekontaminasi di Kaskus

Tim Editor

Ilustrasi (Dok. Batan)

Jakarta, era.id - Polisi dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) mengungkap adanya rumah warga Perumahan Batan Indah, Tangerang Selatan yang menyimpan beberapa sumber radioaktif atau bagian dari sumber radioaktif secara tidak sah.

Pemilik rumah berinisial SM kini telah diamankan polisi dari Bareskrim Polri, sedangkan rumahnya juga telah diperiksa oleh tim dari Detasemen KBR (Kimia, Biologi, dan Radioaktif), Bapeten dan BATAN. Pengungkapan ini merupakan titik terang atas kasus ditemukannya limbah radioaktif Cs-137 pada akhir Januari 2020 di lahan kosong di bagian depan perumahan Batan Indah.

SM adalah karyawan Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi- Batan (PTKMR) Batan, di Pasar Jumat, Jakarta Selatan. Ia diketahui akan segera memasuki masa pensiun. 

PTKMR adalah salah satu instansi yang berfungsi sebagai perumus dan pengendali kebijakan teknis, pelaksanaan, pembinaan dan bimbingan di bidang penelitian dan pengembangan di bidang radioekologi, teknik nuklir kedokteran dan biologi radiasi, keselamatan kerja dan dosimetri, dan metrologi radiasi.

Selain karyawan PTKMR, SM diduga punya usaha sampingan menjual jasa dekontaminasi radioaktif dan sertifikat bebas kontaminasi.

Lewat forum jual beli Kaskus nama SM muncul dalam layanan jual jasa dekontaminasi dengan nama akun Dermayuan. Akun tersebut aktif sejak tahun 2012 dan menjual jasa tersebut di tahun yang sama.

Selain jasa dekontaminasi, akun itu juga menyediakan jasa perbaikan Camera Radiography, kalibrasi alat, sertifikasi hingga analisis pemantauan radiasi perorangan dan daerah kerja.



Tangkapan Layar (Kaskus)

Kepala Bagian Komunikasi Publik dan Protokol, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), Abdul Qohar mengatakan, yang menjadi masalah bukan soal jual jasa, tetapi lebih kepada limbah proses dekontaminasi tersebut.

"Kalo jual jasa deko (dekontaminasi), enggak masalah ya. Hanya nanti yang perlu diperhatikan adalah limbah proses deko-nya (misal air deko, kertas yang digunakan untuk mengusap, dll) dikemanakan?" jelasnya, Rabu (26/2/2020).

Kini Bapeten lebih meperhatikan limbah hasil dari dekontaminasi radioaktif ketimbang job sampingan pegawai. "Jasa dekontaminasi kan bukan masuk pemanfaatan. Tapi bahwa proses itu menghasilkan limbah, itu yang menjadi concern Bapeten," ucapnya.

Sebelumnya, beberapa waktu lalu ditemukan limbah radioaktif jenis Cs-137 di lingkungan Perumahan Batan Indah, Tangerang Selatan. Sumber radioaktif tersebut di antaranya berjenis Cs-137 dan ada beberapa jenis radioaktif lainnya di sebuah lahan kosong di Perumahan Batan Indah.

 

Tag: nuklir iran

Bagikan: