Ingat! Work From Home Bukan Berarti Liburan

| 18 Mar 2020 12:05
Ingat! <i>Work From Home</i> Bukan Berarti Liburan
Ilustrasi kerja dari rumah (Gambar oleh Pexels dari Pixabay)
Jakarta, era.id - Banyak daerah sudah meliburkan seluruh kegiatan di sekolah. Perusahaan-perusahaan juga banyak yang memilih sistem Work From Home. Semua dilakukan supaya COVID-19 tidak makin menyebar dengan mudah.

Tapi segala upaya itu bakal sia-sia. Semua kebijakan yang diambil bakal mentah begitu saja kalau sistem bekerja dan belajar dari rumah tak dilakukan. Misalnya, mengabaikan kebijakan itu dan memilih kumpul bersama teman. Atau yang lebih parah lagi, malah jadi liburan.

Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengimbau kepada masyarakat supaya tidak memanfaatkan kesempatan ini dengan malah mendatangi tempat liburan atau acara dengan kerumunan.

"Jangan sampai mereka yang tidak masuk kantor atau tidak masuk sekolah justru berlibur ke tempat-tempat liburan. Itu justru yang harus dihindari, kerumunan atau banyak orang, itu yang menyebabkan potensi penularannya sangat besar," kata Wapres Ma'ruf Amin.

Kebijakan ini memang sulit dipantau. Makanya wapres meminta masyarakat disiplin menjalankan imbauan pemerintah untuk tinggal di rumah dan menjaga jarak dengan orang asing. Setidaknya dua pekan ke depan, sebagai upaya memutus rantai penyebaran COVID-19 di Indonesia.

"Seperti sudah diarahkan oleh Presiden (Joko Widodo) supaya masyarakat menjaga jarak, social distancing, kemudian juga bekerja dari rumah, belajar dari rumah dan beribadah dari rumah," ujarnya seperti dilansir dari Antara, Rabu (18/3/2020).

Pemerintah terus menambah jumlah rumah sakit yang disiapkan untuk menangani pasien virus Corona (COVID-19). Apalagi sudah ada prediksi, dalam waktu dekat, akan terjadi lonjakan jumlah penderita. Saat ini ada 359 rumah sakit yang disebut siaga untuk penanganan COVID-19.

Sebelumnya pemerintah sudah menunjuk 132 rumah sakit/RS rujukan untuk COVID-19. Kini pemerintah menambah lagi 109 RS milik TNI, 53 RS Polri, dan 65 RS BUMN sehingga totalnya menjadi 359 RS.

"Sesuai dengan arahan yang disampaikan oleh presiden bahwa 109 RS milik TNI, 53 RS Polri, dan 65 RS BUMN sudah siap untuk melaksanakan perawatan penderita COVID-19," tulis Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto dalam siaran pers.

 

Tags : korona
Rekomendasi