Pria di India Tewas Usai Berjalan 200 Km karena Tak Ada Kendaraan

Tim Editor

Ilustrasi (StockSnap dari Pixabay)

Jakarta, era.id - Kebijakan lockdown yang dilakukan Pemerintah India membuat banyak warga kesulitan hingga menyebabkan kematian tak terduga. Salah satunya terjadi kepada seorang pria berusia 39 tahun, yang bekerja sebagai pengantar makanan di sebuah restoran bernama Tughlakabad di New Delhi.

Melansir dari Times of India, pria yang diketahui bernama Ranveer Singh ini meninggal dunia setelah berjalan sejauh 200 Km. Dia ditemukan meninggal dunia di daerah Agra saat dalam perjalanan menuju Morena di Madhya Pradesh.

Menurut keterangan polisi setempat, korban terjatuh dekat Kailash dan pemilik toko Sanjaya Gupta menemukannya. Ranveer sempat mendapat pertolongan pertama dan diberikan makanan serta minuman.
 

"Korban mengeluh tentang nyeri dada dan juga menelpon saudaranya untuk memberi tahu kondisi kesehatannya. Sekitar pukul 18:30 korban meninggal dunia," kata Arvind Kumar, salah satu petugas Sikandra.

Berdasarkan catatan, Ranveer pergi ke kampung halamannya dengan berjalan kaki. Hal ini dilakukan lantaran tidak adanya kendaraan yang melintas akibat lockdown yang diberlakukan oleh pemerintah setempat. Dia pun memutuskan untuk berjalan kaki sejauh 200 Km.

"Sebelum meninggal, korban telah mengklaim bahwa dia telah naik sebuah truk untuk jarak tertentu. Di seluruh wilayah NH-2, polisi akan hadir dengan membawa makanan dan air untuk orang-orang dalam kondisi tersebut. Tetapi kematian Ranveer adalah sebuah hal yang tidak menguntungkan," jelas Arvind Kumar.

Setelah kematiannya, pihak kepolisian pun melakukan pengecekan untuk proses autopsi dan mencari tahu penyebab kematiannya. Berdasarkan hasil autopsi, korban meninggal akibat serangan jantung.

"Tetapi mengingat riwayat perjalanannya, kami menganggap bahwa kelelahan karena perjalanan jauh mungkin telah memicu kondisi jantungnya saat ini," jelas IPS Saurabh Dixid.
 


Kebijakan lockdown yang ditetapkan oleh pemerintah India telah menimbulkan kekacauan dan kepanikan warga. Tak sedikit warga miskin melakukan langkah migrasi demi keberlangsungan hidupnya. Ini juga terjadi kepada Ranveer, mengingat keluarganya berasal dari keluarga petani miskin yang memiliki tiga orang anak.

"Kami adalah petani miskin, tidak tahu bagaimana anak-anaknya akan bertahan hidup tanpa penghasilan ayah mereka," kata Sonu Singh, adik laki-laki dari Ranveer.

Tag: covid-19

Bagikan: