Tio Pakusadewo dan Mereka yang Kembali Jatuh ke Lubang yang Sama

Tim Editor

    Sedang memuat podcast...

    Polda Metro Jaya tangkap aktor senior Tio Pakusadewo lantaran terlibat penyalaahgunaan narkoba. (ANTARA/Polda Metro Jaya)

    Jakarta, era.id - Salah satu efek memakai obat-obatan terlarang adalah sensasi rasa senang dalam waktu singkat. Hal itu sering kali jadi alasan pengguna narkoba ketagihan dan berkali-kali ingin mengulanginya. Seperti aktor senior Tio Pakusadewo yang kembali berurusan dengan pihak berwajib lantaran kasus narkoba.

    Pria berusia 56 tahun itu ditangkap oleh Kepolisian Daerah Polda Metro Jaya di kediamannya di kawasan Jalan Terogong, Jakarta Selatan, Selasa dini hari (14/4/2020). Barang bukti berupa 18 gram ganja dan alat isap sabu pun turut diamankan.

    Penangkapan ini berawal pada Senin (13/4) sekitar pukul 12:00 WIB. Di mana Subdit 1 menerima laporan tentang seseorang yang menyalahgunakan narkotika. Hal ini sudah membuat resah warga sekitar, sehingga pada sore hari dilakukan penyelidikan.

    Tio dinyatakan positif amphetamine dan metaphetamine. Barang itu didapatkan dari sesorang berinisial R, yang masih dalam pengejaran polisi.

    "Dari hasil pemeriksaan, yang bersangkutan memakai sejak tahun 2018. Sampai dengan saat ini, dia bisa membeli barang haram ini dalam satu bulan bisa membeli dua kali," kata Kombespol Yusri Yunus selaku Kabid Humas Polda Metro Jaya, saat menggelar konferensi pers, Selasa (14/4/2020).


    Konferensi pers penangkapan narkoba aktor senior Tio Pakusadewo. (ANTARA/Polda Metro Jaya)

    Dari pengakuan Tio, dia biasa mengonsumsi sabu satu minggu sekali. Pembeliannya dilakukan bertahap yakni setengah gram, setengah gram. "Ini pengakuan, dia memang mengonsumsi ganja dan juga sabu. Dari pengakuannya sabu itu bisa dipakai satu minggu sekali," terang Yusri Yunus.

    Atas perbuatannya, pemilik nama lengkap Irwan Susetio Pakusadewo ini dikenakan Pasal 114 Ayat 1 subsider Pasal 111 dan juga Pasal 127 UU Nomor 35 Tahun 2009, dengan ancaman pidana paling rendah lima tahun dan maksimal 20 tahun.

    Yang menarik dari penangkapan Tio, petugas kepolisian menggunakan hazmat suit saat bertugas. Banyak publik yang mengira bahwa Tio terinfeksi virus korona SARS-COV2. Tapi tudingan itu dibantah. Penggunaan APD itu bertujuan untuk mengantisipasi penyebaran virus korona yang tidak terlihat wujudnya.


    Tio Pakusadewo ditangkap oleh Ditresnarkoba Polda Metro Jaya. (ANTARA/Ditresnarkoba Polda Metro Jaya)

    "Ini bentuk inovasi juga bahwa situasi sekarang ini pandemi COVID-19 ini kita tidak tahu di mana virus berada, yang ada sekarang ini kita harus antisipasi sehingga anggota saat itu, lihat situasi rumah gitu, ada yang gunakan alat pelindung diri," jelas Yusri Yunus.

    Namun demikian, Tio Pakusadewo juga menjalankan rangkaian tes swab dengan hasil negatif korona. Sebelumnya, aktor yang bermain dalam film Buffalo Boys ini juga pernah ditangkap dengan kasus yang sama pada tahun 2017. Hasil tangkapan itu, Tio divonis 9 bulan penjara.

    Mereka yang Kembali Ditangkap karena Narkoba

    Bukan cuma Tio, beberapa selebritas Indonesia juga pernah ditangkap lebih dari satu kali karena kasus narkoba. Di antaranya Ibra Azhari yang ditangkap keempat kalinya tahun 2019 dengan barang bukti sabu jenis blue ice.

    Kemudian, Jupiter Fortissimo juga kembali mendekam di penjara pada 11 Februari 2019. Dia ditangkap di kawasan Grogol, Jakarta Barat atas kepemilikan satu paket sabu dan alat isap. Sebelumnya, Jupiter juga sudah dijatuhi hukuman selama 2,5 tahun atas kasus yang sama.

    Yang terbaru penangkapan artis sinetron Reza Alatas, yang ditangkap pada Jumat (10/4) di sebuah kamar hotel di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan. Dia ditangkap dengan barang bukti berupa 0,25 gram sabu serta alat isap. Sebelumnya di tahun 2018, Reza juga pernah diciduk dengan kasus yang sama, bersama pemain sinetron Riza Shahab.

    Dengan penangkapan lebih dari satu kali ini, timbul pertanyaan seberapa efektifnya proses rehabilitasi bagi para pemakai narkoba? Mengapa mereka kembali menggunakan narkoba meski sudah direhabilitasi?

    Kombespol Yusri Yunus selaku Kabid Humas Polda Metro Jaya menjelaskan, hal ini kembali ke diri masing-masing tentang efek dan bahayanya narkotika bagi tubuh. Namun, pihak terkait akan melakukan efek jera kepada para pemakai yang sudah lebih dari satu kali tertangkap.

    Psikolog anak dan keluarga, Samanta Ananta, M.Psi menjelaskan, hal ini terkait dengan hormon dopamine yang mengatur rasa bahagia dan memberi efek menyenangkan serta santai di otak. Narkoba bisa merangsang otak untuk mengeluarkan hormon dopamin dalam jumlah banyak.

    "Individu yang kecanduan narkoba sudah merasakan mendapatkan penghargaan lebih cepat dari hasil penggunaan narkoba dibanding rewards yang dilakukan secara alamiah," kata Samanta, seperti dikutip Antara, Selasa (14/4/2020).

    Tag: artis dan narkoba

    Bagikan :