Putri Arab Saudi Curhat di Twitter Minta Dibebaskan dari Penjara

Tim Editor

Putri dari Kerajaan Arab Saudi, Basmah binti Saud. (Foto: www.presstv.com)

Jakarta, era.id - Putri dari Kerajaan Arab Saudi, Basmah binti Saud, tengah jadi sorotan publik. Perempuan berusia 56 tahun itu mengunggah sebuah permohonan di akun Twitter pribadinya. Permohonan ini ditujukkan untuk pamannya, Raja Salman bin Abdulaziz, supaya ia bisa dibebaskan dari penjara.

Dikutip dari Insider pada Minggu (19/4/2020), Putri Basmah mencurahkan isi hatinya lewat akun Twitter pribadinya. Sosok Putri Basmah dikenal sebagai anggota keluarga Kerajaan Saudi yang kerap berterus terang.

Berbeda dengan anggota keluarga Kerajaan Saudi lainnya yang lebih memilih bungkam dan tidak menyampaikan keluhan internal secara terbuka.

"Apakah Anda menyadari? Saya saat ini ditahan secara sewenang-wenang di penjara Al-Ha'ir tanpa kriminal, atau tuduhan apa pun terhadap saya," tulisnya di Twitter pada Rabu (15/4)

Putri Basmah juga mengatakan bahwa kini kondisi kesehatannya sedang memburuk, tetapi ia tak menyebut secara jelas apa penyakit yang dideritanya. Selain itu, ia meminta Raja Salman dan Putra Mahkota Muhammad bin Salman (MBS) supaya meninjau kasusnya dan membebaskan dirinya. Sebab, ia merasa tak bersalah.


Pangeran Mahkota Muhammad bin Salman. (Foto: Istimewa)

Ia juga mengirim surat kepada Raja Salman dan putranya itu saat Arab Saudi tengah menghadapi pandemi COVID-19. Pemerintah memberlakukan jam malam selama 24 jam, yakni larangan penuh keluar rumah di sebagian wilayah untuk memutus rantai virus. 

"Kesehatan saya memburuk hingga ke kondisi ini (parah), dan itu bisa menyebabkan kematian. Saya belum menerima perawatan medis, bahkan surat-surat yang saya kirim dari penjara ke Pengadilan Kerajaan. Saya diculik tanpa penjelasan dengan salah satu anak perempuan saya, dan dijebloskan ke penjara," tulisnya.

Unggahannya itu dilirik hingga di-retweet oleh kantor media asing bersamaan dengan tautan sebagian artikel terkait dugaan penahanannya. Sayangnya, tulisan itu sudah dihapus dan otoritas Arab Saudi tak menjelaskan alasan penahanan Putri Basmah.

Tak diketahui juga bagaimana Putri Basmah bisa menggunakan Twitter dalam penjara. Seperti diketahui, penjara Al-Ha'ir di dekat Ibu Kota Riyadh kerap digunakan para tahanan politik memang dikenal akan pengawasannya yang super ketat.

Dalam pertanyaannya, Putri Basmah mengklaim dirinya dijebloskan ke penjara setelah diculik tanpa penjelasan bersama salah satu putrinya.

Karier sang putri kerajaan

Basmah binti Saud merupakan putri bungsu Raja Saud, yang memerintah Arab Saudi pada 1953-1964. Selama bertahun-tahun, Basmah menjadi seorang advokat terkemuka di Kerajaan Saudi di bagian masalah kemanusiaan dan reformasi konstitusi.

Pada 2008, Putri Basmah pernah membuat sebuah perusahaan Media Ecco dan menulis buku yang berjudul The Fourth Way. Buku itu menyatakan empat pilar penting demi kemajuan Hak Asasi Manusia (HAM), seperti kebebasan, kesetaraan, keamanan, dan pendidikan.

Selain itu, Putri Basmah menulis artikel terkait kemajuan HAM di surat kabar Arab Saudi yakni Al Madina, al-Hayat, dan al-Ahram.

Pada Maret 2019, Putri Basmah melakukan penerbangan ke Swiss untuk menerima perawatan medis dengan pesawat pribadi. Tetapi, pesawat tidak berangkat dan sejak kejadian itu sang putri tidak terdengar lagi kabarnya oleh publik.

Salah satu anggota keluarganya mengatakan bahwa ia dikirim ke penjara al-Hai'ir oleh otoritas kemanan Arab Saudi. Penangkapan itu dilandasi tuduhan pembelian paspor palsu.

Selain itu, ini menjadi upaya untuk menganggalkan usahanya mendapatkan aset beku yang dijanjikan untuk ayahnya, Raja Saud. Aset itu didapat dari sang kakek, Raja Abdul Aziz bin Saud (Raja Arab Saudi pertama sekaligus pendiri negara tersebut).

"Aset itu bernilai miliaran Euro," ujar seorang salah satu anggota keluarga (anonim).

Sebelumnya, pada bulan lalu dilakukan penahan kepada Pangeran Ahmed bin Abdulaziz al-Saudi, saudara laki-laki Raja Salman dan Pangeran Mohammed bin Nayef, keponakan Raja Salman. Namun, Pemerintah Saudi tidak memberikan pernyataan resmi soal penangkapan keduanya.

Seorang sumber itu juga mengatakan penahanan ini dimaksudkan sebagai peringatan keras di kalangan keluarga Kerajaan Saudi untuk tidak melawan Putra Mahkota.

Tag: perubahan arab saudi

Bagikan: