Memaknai Pesan Ki Hadjar Dewantara di Tengah Pandemi

Tim Editor

Peringatan Hardiknas Kampus Telkom University (Dok. Telkom University)

Bandung, era.id – Pandemi COVID-19 memberikan ujian berat terhadap semua sektor kehidupan, tak terkecuali dunia pendidikan. Namun di tengah pandemi ini, dunia pendidikan dituntut tetap berinovasi untuk membantu menemukan jalan keluar dari wabah yang belum diketahui kapan berakhirnya.

Semangat berinovasi di tengah pandemi disuarakan dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada Sabtu (2/5/2020), di kampus Telkom University, Bandung. Acara ini diikuti seluruh dosen Telkom University bersama narasumber Prof. Dr. Uman Suherman AS, M.Pd (Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV), melalui apilkasi meeting ZOOM dan Youtube Telkom University.

Mengusung tema "Tantangan Dunia Pendidikan Di Era Pandemic Covid-19", Prof. Uman menyinggung peran dosen yang harus menerapkan apa yang sudah disampaikan oleh Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hadjar Dewantara, Ing Ngarso Sung Tulodo ing madyo mbangun karso, tut wuri handayani.

"Apa artinya, seorang pendidik, dosen dan guru adalah harus di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat dan di belakang memberikan daya kekuatan atau dorongan. Dengan kita sudah menerapkan itu dalam diri kita sebagai tenaga pengajar, kedepan kita akan bisa menciptakan generasi yang baik untuk bangsa," jelas Uman.

Sebagai seorang insan cendikia, kata Uman, para dosen harus bisa menjadi contoh tidak hanya kepada para mahasiswa, tapi juga untuk lingkungan sekitar, karena sebagai tenaga pendidik atau dosen di manapun berada pasti dikenal sebagai dosen.

"Oleh karena itu seorang dosen harus berpikir bagus, karena apabila kita berpikir bagus, maka kita akan mengucapkan hal bagus, dan kalau kita mengucapkan hal bagus, maka akan ada tindakan yang bagus pula," katanya.

Peringatan Hardiknas juga dilakukan Provinsi Jawa Barat secara virtual dari Gedung Pakuan, Bandung. Peringatan ini melibatkan 3.000 peserta.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, cara peringatan virtual ini menyesuaikan dengan kondisi dunia yang tengah dilanda pandemi COVID-19. Ia menyebut pandemi ini sebagai revolusi dunia yang ketiga setelah revolusi industri dan revolusi teknologi informasi.

"Hari ini adalah hari yang berbeda dengan tahun lalu. Kita merayakan Hari Pendidikan Nasional dengan cara yang baru," tutur Ridwan Kamil.

"Hari ini kita mendapatkan takdir sejarah sebagai manusia-manusia yang mengalami revolusi oleh (pandemi) COVID-19 ini. Revolusi ini akan mengubah cara kita dalam berinteraksi sosial, melaksanakan pemerintahan dan pembangunan, dan mengubah cara kita melaksanakan kegiatan pendidikan," ucapnya.
 

Tag: riwayat pendidikan tri mumpuni

Bagikan: