Kasus Kematian Empat ABK di Kapal China Bikin Warganet Ingat 'Bu Susi'

Tim Editor

Susi Pudjiastuti (Dok. Twitter)

Jakarta, era.id - Kasus kematian empat Anak Buah Kapal (ABK) Indonesia di kapal China yang jenazahnya dilarung ke laut menjadi perhatian warganet.

Banyak warganet yang akhirnya mengingat ketegasan dan keberanian mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam memberantas praktik pencurian ikan dan perbudakan di sektor perikanan.

Susi berkomentar atas kasus kematian empat ABK kapal Long Xing 629 itu akibat dari praktik penangkapan ikan secara ilegal di seluruh dunia.

Pendiri maskapai Susi Air ini juga membagikan ulang video jasad ABK Indonesia dibuang ke laut yang diunggah oleh YouTuber Jang Hansol.
 

Menurut Susi, kasus itu tidak akan terjadi jika operasional kapal ilegal dihentikan dan kejadian ini mengingatnya akan kasus perbudakan di Benjina, Maluku.

"Ilegal unreported unregulated Fishing = Kejahatan yg mengambil kedaulatan sumber daya ikan kita= sumber Protein = Ketahanan Pangan= TENGGELAMKAN, Saya sudah teriak sejak tahun 2005," tulis Susi di akun Twitternya.

Kasus Benjina mencuat pada 2015 silam. Tim Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Illegal Fishing mendapati 322 anak buah kapal (ABK) asing terdampar di areal pabrik milik PT Pusaka Benjina Resorces (PBR) di Benjina, Kepulauan Aru, Maluku dengan kondisi memprihatinkan. Diduga mereka menjadi korban kerja paksa oleh perusahaan perikanan berbendera Thailand di Indonesia.
 

Tag: susi pudjiastuti

Bagikan: