Kursus Bahasa Inggris Jadi Primadona Peserta Kartu Prakerja

Tim Editor

Ilustrasi (Dok. Setkab)

Jakarta, era.id - Pemerintah telah mencairkan dana sebesar Rp1,62 triliun untuk program Kartu Prakerja dan telah menyalurkannya kepada 400.000 lebih peserta. Dana yang dicairkan untuk insentif pelatihan dan insetif penyelesaian pelatihan.

"Sampai 21 April, total yang sudah dicairkan untuk 456.265 orang, nilainya Rp1,6 triliun," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi video, Jumat (8/5).

Sri Mulyani merinci, per 21 April 2020 dana yang sudah dicarikan Rp559,4 miliar kepada 168.111 peserta di gelombang pertama dan Rp1,022 triliun kepada 288.154 peserta di gelombang kedua per 28 April lalu.

Sampai saat ini ada sekitar 9,4 juta orang yang daftar program Kartu Prakerja. Nantinya, masing-masing peserta akan mendapatkan insetif Rp1.000.000 untuk biaya pelatihan dan Rp600.000 selama empat bulan untuk insentif penyelesaian pelatihan.

"Pelatihan yang diikuti termurah itu Rp24.000 ini dibeli oleh 42 orang. Harga (pelatihan) termahal Rp1.000.000 dibeli 22.000 orang," kata Sri Mulyani.

Sedangkan, pelatihan paling diminati oleh peserta adalah Bahasa Inggris untuk program grammar dan TOEFL. Pesertanya berjumlah 6.834 orang.


Ilustrasi (Dok. Setkab)

Sementara untuk platform digital yang menjadi mitra favorit peserta adalah Ruangguru yang diikuti oleh 62.184 peserta.

Kemudian, Tokopedia dipilih oleh 6.356 peserta, Bukalapak sebanyak 8.466 peserta, Mau Belaja Apa sebanyak 2.665 peserta, Sekolahmu sebanyak 6.337 peserta, Pijar Mahir sebanyak 3.206 peserta, Sisnaker sebanyak 11.169 peserta, dan Pintaria sebanyak 6.529 peserta.

Mantan direktur pelaksana bank dunia ini menambahkan, jika biaya pelatihan yang diberikan kepada peserta sebesar Rp1.000.000 tidak habis digunakan untuk pembelian paket pelatihan, maka uang tersebut akan dikembalikan ke kas negara. Dia menegaskan setiap pembelian biaya pelatihan akan disampaikan langsung kepada lembaga pelatihan, bukan kepada platform digital.

"Kalau tidak diklaim tidak hilang, (sisa saldo) akan kembali ke pemerintah.Jika pelatihan hanya Rp300.000 nah Rp700.000 kembali ke pemerintah. Uang yang didapat (peserta) itu insentif Rp600.000," papar Sri Mulyani.

Program Kartu Prakerja dijadikan salah satu jaring pengaman sosial bagi 5,6 juta masyarakat yang terdampak COVID-19, khususnya pekerja yang di rumahkan tanpa digaji dan terkena putus hubungan kerja (PHK). Total dana yang dialokasikan untuk Program Kartu Prakerja sebesar Rp20 triliun.

Dana itu digunakan untuk biaya pelatihan sebesar Rp5,6 triliun, dana insentif sebesar Rp13,45 triliun, dana survei Rp840 miliar, dan dana project management office (PMO) Rp100 juta.

 

Tag: kartu prakerja

Bagikan: