Gubernur Jawa Barat Tinjau Longsor Puncak

Tim Editor

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) meninjau longsor di kawasan Puncak, Bogor. (Yasir/era.id)

Bogor, era.id - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) bersama Bupati Bogor Nurhayanti menyambangi lokasi longsor di Riung Gunung, Puncak Bogor, Selasa (6/2/2018). Dia berkeliling ke sejumlah tempat yang terdampak longsor.

Dari pantauan era.id Selasa (6/2/2018) sore hari, Aher datang saat proses evakuasi berjalan. Sejumlah tim evakuasi yang berasal dari BPBD, Pemadam, TNI dan Polri masih bekerja meski hujan terus mengguyur sejak siang tadi. Proses evakuasi ini dilakukan untuk mencari 3 orang korban yang diduga terjebak longsoran.

Selain itu, akibat longsoran ini, jalur puncak menuju ke Cianjur di tutup sampai waktu yang belum ditentukan. Pengendara yang ingin menuju Cianjur diarahkan melintas lewat jalur Sukabumi atau Jongol. 

Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Jawa Barat, Brigjen Pol. Supratman mengatakan, penutupan jalan ini dilakukan demi keselamatan bersama.

"Untuk saat ini kami akan melakukan diskresi kepolisian kita, untuk sementara demi keselamatan, kendaraan tidak boleh melintas," ujar Supratman.

Sementara, proses evakuasi korban longsor di kawasan Riung Gunung, Bogor, Jawa Barat sempat terkendala cuaca buruk. Hujan dan kabut membuat daya pandang evakuator kurang maksimal.

"Hujan sama kabut yang tebal bikin kita sedikit kesulitan," ujar Robi, petugas kepolisian di kawasan Puncak itu, Selasa (6/2/2018).

Hujan deras di wilayah Bogor beberapa hari ini membuat sejumlah titik di Jalur Puncak longsor. Di antaranya, di dekat Masjid At Ta'awun Puncak, kawasan Riung Gunung Puncak, di Desa Tugu Jalan Raya Puncak, dan Grand Hill Jalan Raya Puncak. Di kawasan At ta'waun, longsor menyebabkan dua orang tewas dan tiga orang lainnya luka-luka.

Kepala Bagian Humas BMKG Hary Djatmiko menyebutkan, warga yang tinggal di dataran tinggi seperti Puncak, serta dataran rendah di wilayah Jakarta patut mewaspadai longsor. Dia menerangkan, hujan lebat di dataran tinggi dapat menimbulkan struktur tanah bergeser. Sementara di dataran rendah menyebabkan air dari hulu menuju dataran rendah.

"Longsor patut diwaspadai di dataran tinggi. Di dataran rendah, di kali, di sungai, yang berada di daerah cekungan diwaspadai banjir meningkat menjadi siaga banjir," kata Hary kepada era.id, Senin (5/1).



 

Tag: banjir

Bagikan: