Jejak Kaki Dinosaurus Ditemukan di China, Panjangannya Capai Setengah Meter

Tim Editor

Museum dinosaurus di Kota Zigong, Provinsi Sichuan, China. Museum tersebut diklaim sebagai museum binatang purba terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat. (ANTARA/M. Irfan Ilmie)

Jakarta, era.id - Tim riset di bawah koordinasi Institut Paleontologi Vertebrata dan Paleoantropologi pada Akademi Ilmu Pengetahuan China menemukan jejak kaki dinosaurus baru-baru ini.

Jejak kaki di lapisan batu pasir halus seluas 80 meter persegi itu ditemukan di Lembah Junggar, Daerah Otonomi Xinjiang, China, yang diyakini sebagai spesies baru Asianopodus.

Wang Xiaolin, pemimpin tim yang juga paleontolog senior institut tersebut menjelaskan, pihaknya menemukan 13 jejak telapak kaki berujung tiga di lapisan tersebut. Yang paling besar panjangnya sekitar 47 sampai 56 sentimeter dan lebar 31 sampai 42 entimeter.

"Semuanya membentuk huruf V. Yang paling kecil setengah ukuran yang paling besar," kata Wang Xiaolin, dikutip media lokal Xinjiang, Senin (15/6/2020).

Tim tersebut menganalisis ukuran dan bentuk jejak kaki yang mirip brontosaurus yang dikategorikan sebagai bagian dari jenis jejak kaki Asiatic.

"Kami mengidentifikasi kedua jejak kaki yang kami temukan tersebut sebagai dinosaurus karnivora. Salah satu yang paling besar agak berbeda dengan jejak kaki dinosaurus yang ditemukan sebelumnya sehingga kami menamainya dengan jejak kaki Niu Asia, spesies baru milik spesies terbesar dari Asianopodus," kata Wang.

Tag: dinosaurus

Bagikan: