Fadli Zon Sindir BUMN Jadi Penampungan Politik

Tim Editor

Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon (Mery/ era.id)

Jakarta, era.id - Pemerintah memberikan bantuan dana ke sejumlah BUMN yang terdampak pandemi COVID-19. Diantaranya ditujukan untuk Kimia Farma sebesar Rp 1 triliun, PLN Rp 49,4 triliun, dan Kereta Api Indonesia Rp 300 miliar. 

Mantan Sekretarsis Kementerian BUMN, Said Didu pun mengomentari hal ini melalui akun
twitternya @msaid_didu. "Semua dibungkus covid - bahkan bayar utang pemerintah ke BUMN juga dianggap program covid," kata Said dikutip era.id, Jumat (3/6/2020).

Ia juga berkomentar soal kepemimpinan BUMN di bawah Erick Thohir. Ia berharap Erick tak
menggunakan buzzer untuk menutupi hal yang terjadi pada BUMN.

"Karena mereka tdk paham dan akan makin membuat BUMN krisis kepercayaan. BUMN harus
dikelola pofesional,"
cuit Said.
 

Terkait hal ini, Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon mengomentari cuitan Said. Ia menilai BUMN yang dipimpin Erick memang tak menunjukkan formasi yang profesional. Sebab BUMN justru malah mengakomodasi relawan yang belum tentu kompeten.

"BUMN tetap saja jadi penampungan politik dan dijadikan sapi perah (Coba kita cek komentar
buzzerp)," cuit Fadli melalui akun twitternya @fadlizon.

Sebelumnya, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan pemerintah memberikan
'suntikan dana' sebesar Rp 152 triliun ke sejumlah BUMN yang terdampak pandemi COVID-19.
Anggaran tersebut dibagi ke dalam sejumlah skenario. Diantaranya penyertaan modal negara,
pembayaran kompensasi, dan dana talangan.


 

Bagikan: