Drummer Band Death Metal Ini ‘Melihat Neraka’ Saat Koma Selama 12 Hari

Tim Editor

Will Caroll, drummer dari band thrash metal Death Angel (Music Journal)

Jakarta, era.id - Koma selama 12 hari akibat infeksi virus korona, pemain drum dan penulis lirik band metal Death Angel mengaku mendapat penglihatan aneh, "salah satunya adalah pergi ke neraka."

Dalam perjalanan pulang dari tur musik Death Angel di Eropa, Will Caroll sudah merasakan ada sesuatu yang ganjil. Saat itu berita beredar luasnya COVID-19 di Eropa sudah terdengar santer. "Aku tak pernah sakit flu selama bertahun-tahun, dan daku tidak merasakan demam, kedinginan, atau gejala lainnya," kata Caroll dalam wawancara dengan GRAMMY.

Ada beberapa orang dalam rombongan band Caroll yang terlihat jatuh sakit. Dan belakangan, seluruh anggota band Death Angel dan satu band lain dalam tur bertajuk Bay Strikes Back diketahui positif terinfeksi COVID-19.

Namun, tidak ada yang sampai sekritis Caroll.

Melihat Neraka dan Dihukum Setan

Kurang dari dua bulan sejak gelaran GRAMMY Awards pada 26 Januari 2020, Carrol sudah terbaring koma di sebuah rumah sakit di San Fransisco dan bernafas menggunakan ventilator akibat infeksi COVID-19.

Ia mengalami koma selama 12 hari di mana ia mengalami banyak "penglihatan, salah satunya adalah tinggal di neraka," kata Caroll.

Dalam penglihatan yang menyeramkan selama koma, ia mengaku bertemu dengan pemilik neraka. "Setan," katanya.

 "Dan saya mendapati kalau Setan adalah seorang perempuan. Saya dihukum karena malas," kata Caroll.

Ia mengaku berbadan besar seperti sosok Jabba the Hut di film Star Wars. Ia terus menerus muntah darah dan lantas mengalami serangan jantung. "Dan, anehnya, saya memang mengalami gagal jantung selama koma," kata Caroll.

Caroll, lelaki berumur 47 tahun dan dikenal segar bugar, mengalami gagal jantung akibat pengobatan yang dijalani, dan harus tidur telungkup selama 18 jam sehari.

Ketika ia sadar, para dokter dan perawat yang mencoba menyelamatkan nyawanya tampak terlihat berseri-seri. "Mereka datang ke pembaringanku hanya untuk melihatku, seakan-akan aku telah mengalami mukjizat," lanjut Caroll. "Tentu saja, aku telah sedekat itu dengan kematian."
 

Penglihatan Will Caroll mengenai neraka, Setan, darah, dan siksaan berat barangkali akan dikaitkan dengan lirik negatif dan Satanik yang erat dengan kultur musik metal yang diusung Death Angel. Namun, seperti dikatakan Rob Cavestany, gitaris band dan kawan satu band Caroll, "mereka orang yang positif dan santai."

"Biarkanlah orang mengerti bahwa kami dan band kami dijiwai semangat positif dan enerjik. Seluruh topik brutal yang ada pada lirik kami dimaksudkan sebagai peringatan agar orang sadar tentang apa yang akan terjadi," kata Rob.

Death Angel berdiri pada tahun 1982 dan telah mengalami asam garam industri musik dan kehidupan. Pada tahun 1990, bus yang mereka tumpangi untuk tur mengalami kecelakaan dan menyebabkan band tersebut pecah. Mereka bersatu kembali pada Agustus 2001 untuk konser Thrash of the Titans, suatu konser amal untuk pengobatan kanker bagi vokalis Testament, Chuk Billy.

Pada Grammy Awards ke-62, Death Angel mendapat nominasi sebagai Penampilan Metal Terbaik untuk lagu "Humanicide".

Tag: will caroll

Bagikan: