Jokowi: Kerukunan Jangan Retak karena Pilkada

Tim Editor

Presiden Joko Widodo (Setneg.go.id)

Jakarta, era.id – Tahapan Pilkada serentak 2018 sudah dimulai di 171 daerah di Indonesia. Menyambut hal itu, Presiden Joko Widodo meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi, tergoda praktik politik uang atau politik SARA yang rawan memecah belah.

Jokowi mengajak masyarakat, khususnya di daerah penyelenggara pilkada, bersama-sama menjaga persaudaraan, persatuan, dan kerukunan. Dia menekankan jangan sampai kerukunan masyarakat retak hanya karena beda pilihan gubernur, bupati, wali kota, atau bahkan presiden.

“Tidak boleh. Karena kita ini semuanya bersaudara. Mari kita jaga, kita rawat bersama-sama kerukunan kita, persatuan kita,” ujar Jokowi, seperti dikutip setkab.go.id, saat memberi sambutan pada acara penyerahan Kartu Indonesia Pintar (KIP), Program Keluarga Harapan (PKH), dan Bantuan Sosial (Bansos) Pangan Beras Sejahtera (Rastra), di Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis (15/2/2018).

Jokowi mengingatkan, Indonesia merupakan negara besar dengan 514 kabupaten/ kota, 714 suku, 1.100 bahasa daerah, dan bermacam-macam agama. Menurut dia keberagaman ini adalah anugerah yang harus dijaga bangsa.

“Itu anugerah yang diberikan Allah kepada bangsa Indonesia,” kata Jokowi.

Menurut Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Indonesia rawan akan potensi politik SARA, politik uang, dan ujaran kebencian saat pelaksanaan pilkada. Bawaslu menemukan tiga provinsi dengan tingkat kerawanan tertinggi, yaitu Papua (3,41), Maluku (3,25), dan Kalimantan Barat (3,04).

Sementara tiga kabupaten dengan tingkat kerawanan tertinggi berada di Papua, yakni Kabupaten Mimika (3,43), Kabupaten Paniai (3,41), dan Kabupaten Jayawijaya (3,40).

?

 

Tag: jokowi pilkada 2018 pilpres 2019 keberagaman

Bagikan: