Agus Yudhoyono si Anak Emas SBY

Tim Editor

AHY dilantik sebagai Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma). (Adit/era.id)

Jakarta, era.id - Partai Demokrat menunjuk Agus Harimurti Yudhoyono menjadi Komandan Satuan Tugas (Kogasma) untuk Pilkada 2018 dan Pemilu 2019. Langkah Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menunjuk Agus Yudhoyono dianggap tepat. 

Apalagi, Agus Yudhoyono adalah anak sulung sekaligus anak emas SBY untuk ranah politik. Pemilihan Agus Yudhoyono pun diharapkan dapat membesarkan partai berlambang bintang mercy ini.

"Agus adalah golden boy, anak emas SBY dalam politik untuk membesarkan Demokrat kembali adalah pilihan yang tepat," kata Ujang dihubungi era.id, Senin (20/2/2018).

Ditambah, lanjut Ujang, Partai Demokrat gagal mengorbitkan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) yang merupakan adik kandung Agus Yudhoyono. Padahal, Ibas sempat menduduki jabatan strategis di partai ini, yaitu sebagai Sekjen. 

"Jadi mau tidak mau langkah ini harus diambil SBY yang sudah memasuki usia senja untuk mengembalikan kejayaan Partai Demokrat," katanya.

Dia meyakini, calon Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2017 yang gagal itu bisa membawa Partai Demokrat maju. Dengan modal Agus Yudhoyono saat ini, Ujang mengatakan, target 15 persen suara untuk Pemilu 2019 bisa dipenuhi.

"Kenapa harapannya ada di AHY? Karena AHY ini masih sosok muda yang masih dikenal bersih," ujar Ujang.


(Infografis: era.id)

Agus Yudhoyono diragukan

Pengamat politik PARA Syndicate Ari Nurcahyo meragukan kerja Agus. Sebab, dalam Pemilu 2019 ada dua tugas yang dia emban. Yaitu, meningkatkan elektabilitas partai dan elektabilitas dirinya.

"Elektabilitas Partai Demokrat dalam kontestasi tersebut adalah kunci untuk melihat seberapa sukses AHY," ujarnya.

Munculnya Agus Yudhoyono, kata Ari, menjadi pertaruhan untuk Partai Demokrat. Bila gagal, ini jadi bukti partai tersebut hanya mementingkan dinasti politik. Namun, bila berhasil, itu artinya Agus memang layak jual.

"Klaim adanya politik dinasti harusnya dapat dikesampingkan bila Agus mampu menaikkan kapabilitas dirinya dan sukses menaikkan elektabilitas Partai Demokrat. Bila ternyata kehadiran Agus dipaksakan kemunculannya dan tidak kapabel, maka hal tersebut bisa dikatakan sebagai upaya manipulatif SBY dalam melanggengkan politik dinasti di Partai Demokrat," kata dia.

Bagikan: