Perpisahan Heru Winarko dengan KPK

Tim Editor

Heru Winarko (istimewa)

Jakarta, era.id - Dilantiknya Heru Winarko menjadi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) membuat posisi Deputi Penindakan KPK kosong. Untuk sementara hingga terpilih pengganti Heru, posisi Deputi Penindakan akan diisi seorang pimpinan KPK.

“Tadi kami juga sudah berkumpul bersama antara pimpinan, Pak Heru dan sejumlah pegawai untuk bicara tentang semacam perpisahan dalam pelaksanaan tugas,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (6/3/2018) malam.

Menurut Febri, dipilihnya Heru sebagai Kepala BNN tidak menimbulkan masalah untuk KPK. Heru dilantik jadi Kepala BNN oleh Presiden Joko Widodo menggantikan Budi Waseso yang memasuki masa pensiun.

Pengangkatan Heru sebagai Kepala BNN berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 14/M tahun 2018 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Badan Narkotika Nasional. Heru juga mengaku bersyukur dengan jabatan barunya. Untuk itu, dia meminta dukungan semua elemen untuk bersinergi melawan narkoba.


Heru Winarko (paling kiri) usai dilantik jadi Kepala BNN di Istana Negara, Jakarta. (Istimewa)

Heru dipilih memimpin BNN karena dinilai berintegritas selama menjabat Deputi Penindakan KPK. Dia diharapkan meningkatkan standar kerja BNN dalam memutus rantai peredaran dan penggunaan narkoba.

“Koordinasi KPK dan BNN akan lebih intensif terjadi, termasuk pertukaran-pertukaran informasi. Kalau ada korupsi akan menjadi kewenangan KPK atau kalau ada temuan-temuan lain terkait BNN tentu pertukaran informasi tersebut dapat dilakukan,” ujar Febri.

Dalam kesempatan ini, Febri juga menjelaskan KPK masih mencari pengganti Aris Budiman sebagai Direktur Penyidikan. KPK tengah membuka lowongan bagi dua jabatan yaitu Deputi Penindakan yang ditinggalkan Heru Winarko dan Direktur Penindakan yang sebelumnya dijabat Aris Budiman namun saat ini ditarik kembali oleh instansinya, Polri.

Tag: bnn

Bagikan: