Jokowi Mau BNN Rasa KPK

Tim Editor

Jokowi saat melantik Heru jadi Kepala BNN (Biro Pers Kepresidenan)

Jakarta, era.id - Apa persamaan antara BNN dan KPK? Sama-sama menangani kejahatan dengan peredaran uang yang bisa bikin orang ngiler.

Korupsi dan peredaran narkoba memang terus berkaitan dengan uang dalam jumlah luar biasa. Malah uang dalam perputaran narkoba bisa jauh lebih besar dibanding korupsi. Tentu bukan tanpa alasan Presiden Jokowi memilih bekas Deputi Penindakan KPK, Irjen Pol Heru Winarko sebagai bos baru di BNN.

"Ya kita ingin agar BNN nantinya memiliki standar-standar yang baik seperti yang mungkin Pak Heru (Kepala BNN baru Heru Winarko) sudah lakukan di KPK. Ada standar-standar yang dibawa dari KPK ke BNN," kata Jokowi di Istana Negara seperti dilansir dari Antara, Kamis (1/3/2017).


Irjen Pol Heru Winarko saat dilantik di Istana Negara (Biro Pers Kepresidenan)

"Baik standar mengenai governance, standar tata kelola organisasi dan yang paling penting sisi integritas karena di situ peredaran narkobanya, duitnya gede sekali, omzet-nya gede sekali. Gampang menggoda orang untuk berbuat tidak baik," tambah Jokowi lagi.

Kata Jokowi, Heru akan mengalami banyak tantangan dalam memimpin BNN. Apalagi dalam kurang dua bulan, banyak kapal berbendera asing yang membawa narkoba masuk ke perairan Indonesia.

"Yang jelas semakin sedikit barang-barang yang masuk, narkoba yang masuk, akan semakin baik. Kemudian juga bisa menurunkan sebanyak-banyaknya pengguna narkoba. Artinya juga dari sisi rehabilitasi, tetapi juga dari sisi pencegahan agar barang tidak masuk juga baik," ungkap Presiden.

Mantan Kepala BNN Budi Waseso (Buwas) mengaku suka dengan pilihan Jokowi ini. Dengan pengalaman yang dimilikinya, Buwas yakin Heru bisa memimpin lembaga ini. Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan seusai pelantikan mengatakan bahwa salah satu budaya di KPK yang bisa diterapkan di BNN adalah slogan KPK 'Berani Jujur Hebat'.


Irjen Pol Heru Winarko dan Komjen Budi Waseso (Biro Pers Kepresidenan)

"Kalau salah adalah salah, kalau benar adalah benar. Kemudian transparansi, salah satu pencegahan utama dalam pencegahan korupsi tidak akan mungkn korupsi kita hilangkan tanpa ada transparansi lalu harus religius, banyak sekali, ada 10 mungkin tidak usah saya terangkan di sini," kata Basaria.

Heru sebelumnya adalah Deputi Penindakan KPK yang dilantik pada 15 Oktober 2015. Lulusan Akademi Kepolisian pada 1985 itu juga pernah menjabat sebagai staf Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan bidang ideologi dan konstitusi.

Pada 2012, Heru menjabat sebagai Kapolda Lampung maupun bertugas di Direktorat Ekonomi Khusus Mabes Polri pada 2009 dan Direktorat Tindak Pidana Korupsi Mabes Polri pada 2010.


(Infografis/era.id)

Tag: bnn darurat narkoba

Bagikan: