Kapolda NTB Jadi Deputi Penindakan KPK

Tim Editor

Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. (Tasha/era.id)

Jakarta, era.id - Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) Brigjen Pol Firli terpilih sebagai Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia terpilih menggantikan Heru Winarko yang kini menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).
 
Kabar tersebut pertama kali didapat Firli dari Kapolri Jendral Tito Karnavian. Mantan ajudan Wapres Boediono itu juga diminta Tito untuk hadir di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, pada Jumat (6/4) besok.
 
"Insyaallah, kalau tidak ada perubahan rencananya besok siang (Jumat), pukul 14.00 WIB, pelantikannya di Gedung Merah Putih KPK," kata Brigjen Pol Firli kepada awak media, seperti dikutip Antara, Kamis, (5/4/2018).
 
Kursi Deputi Penindakan KPK lowong setelah ditinggalkan Heru Winarko. Sebelumnya ada tiga nama calon yang bakal menduduki kursi bekas Heru itu.

Baca Juga : Jaksa Agung Harap Anggotanya Jadi Deputi Penindakan KPK

Tiga nama tadi adalah Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) Brigjen Firli, mantan Jaksa Penuntut Umum KPK Wisnu Baroto dan Kepala Kejaksaan Negeri Malang Witono.
 
Sebelumnya, Jaksa Agung Prasetyo sempat berharap, anak buahnya bisa duduk di kursi itu. Namun, dia memberikan hak untuk KPK memilih.

Baca Juga : Siapa Mau Jadi Deputi Penindakan KPK?
 
Menurut Prasetyo, Deputi Penindakan KPK merupakan posisi yang krusial. Deputi ini memiliki tugas strategi mulai dari penyelidikan hingga eksekusi dan kemampuan tersebut dimiliki personel dari kejaksaan.
 
"Deputi penindakan itu bukan sebatas mencakup masalah yang berkaitan dengan penyelidikan dan penyidikan saja tapi seluruh proses hukum sampai eksekusi. Penyelidikan, penyidikan, penuntutan, juga upaya hukum kalau diperlukan dan terakhir eksekusi, dan jaksa memiliki semua kualifikasi itu," kata dia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/3).
 

Tag: kpk bnn polri

Bagikan: