Rich yang sedang menyelam di Nusa Penida, Bali mendapati pemandangan menyedihkan. Seharusnya dia berharap bisa menikmati keindahan ekosistem laut dan berenang di antara ikan, ubur-ubur dan Pari Manta. Yang didapat hanya plastik.
Rich membagikan pengalaman menyelamnya di Manta 'sampah plastik' Point ke media sosial. Sejatinya lokasi tersebut merupakan tempat bagi ikan Pari Manta membersihkan diri dari parasit-parasit yang menempel. Di tempat itu pula sekumpulan ikan pembersih seperti ikan wrasse, kepe-kepe dan sersan mayor berenang.
"Beberapa kantong plastik, botol plastik, gelas plastik, lembaran plastik, ember plastik, sikat plastik, sedotan plastik, keranjang plastik, kantong plastik, kantong plastik, plastik, plastik, plastik begitu banyak!," tulis Rich di media sosial, seperti dikutip era.id, Rabu (7/3/2018).
Kekecewaan makin bertambah, setelah dirinya tidak melihat ikan Pari Manta yang berenang di lokasi tersebut.
"Mengejutkan tidak banyak Pari Manta yang datang di lokasi pembersihan. Mungkin mereka memilih untuk tidak diganggu," keluh Rich.
(screenshot YouTube Rich Horner)
Pemandangan makin memilukan, begitu kameranya diarahkan ke permukaan. Sampah-sampah plastik berkumpul dan menutupi permukaan laut.
Rich menduga, sampah-sampah plastik itu terbawa arus saat hujan mengguyur Pulau Bali dan sekitarnya beberapa waktu lalu. Hal ini makin disesalkannya ketika tidak ada upaya pemerintah sekitar yang tidak segera bersikap untuk membersihkan sampah plastik itu.
Rich menunjukkan riset yang pernah dilakukan Universitas Georgia, Amerika Serikat (AS) tahun 2015 lalu. Saat itu diketahui, Indonesia menjadi negara penyumbang sampah plastik terbesar ke dua di dunia, sebanyak 187,2 ton.
Seperti diketahui, Presiden Jokowi mengungkapkan komitmen Indonesia untuk mengurangi sampah plastik. Bahkan Jokowi menargetkan mampu mengurangi sampah di lautan hingga 70 persen pada tahun 2025.
"Indonesia akan mengurangi sampah dengan cara reduce-reuse-recycle sampai dengan 30 persen hingga 2025, sambil menargetkan pengurangan sampah plastik lautan sebanyak 70 persen di tahun 2025," ucap Jokowi pada KTT G20 di Hamburg, Jerman.