Menanti Kepastian Poros Ketiga

Tim Editor

Ilustrasi (era.id)

Jakarta, era.id - Partai Demokrat, PAN, dan PKB berkomunikasi lebih intens. Tiga elite partai itu melakukan pertemuan, di sebuah restoran di Jakarta Selatan, Kamis (8/3), dan membicarakan banyak hal, di antaranya terkait Pemilu 2019.

Dalam obrolan itu, poros ketiga untuk Pemilu 2019 mulai diracik. Poros ketiga disebut sebagai penawaran baru dari dua poros yang sudah terbentuk, poros Joko Widodo yang dipimpin PDI Perjuangan, dan poros Prabowo Subianto yang dimotori Gerindra dan PKS.

Salah satu elite partai yang hadir pada pertemuan poros ketiga adalah Sekjen PAN Eddy Soeparno. Menurut dia, ada pembahasan mengenai figur yang akan diusung pada pemilu tahun depan meski belum diputuskan namanya.

"Ya kalau bisa kita memberikan sebesar-besarnya, sebanyak-banyaknya alternatif kepada pemilih," kata dia, Jumat (9/3/2018).

PKB pun demikian, menilai poros ketiga sebagai alternatif untuk mewadahi aspirasi masyarakat yang tidak terwakili dua poros yang sudah terbentuk.

"Sudah ada poros satu dan poros dua, tetapi belum pasti, masih dinamis. Makanya, ada yang mewacanakan poros ketiga sebagai alternatif untuk mewadahi aspirasi masyarakat," ujar Ketua DPP PKB Lukman Edy.

Sementara, Partai Demokrat menganggap pertemuan dengan PAN dan PKB adalah pertemuan serius dan hasilnya akan dibawa ke dalam Rapat Pimpinan Nasional Partai Demokrat di Sentul 10-11 Maret.  Sebab, dari pertemuan itu ada kesepakatan bersama antara mereka, yaitu mencegah munculnya calon tunggal pada Pemilu 2019.

"Saya kira tetap konsepsi Demokrat adalah mendorong demokrasi yang terbuka," tutur Ketua DPP Partai Demokrat Herman Khaeron.

Kalau pada Pemilu 2019 nanti jadi tiga poros, poros Jokowi yang paling siap. Sebab, Jokowi didukung PDIP, Golkar, PPP, Nasdem, dan Hanura. Sedangkan Prabowo baru Gerindra dan PKS yang katanya bakal merapat setelah deklarasi. Terakhir, poros ketiga tadi, diisi Demokrat, PAN dan PKB.


(Infografis/era.id)

Poros ketiga diragukan

Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Syamsudin Haris, menyebut poros ketiga bakal terbentuk bila Jokowi tidak memilih PKB dan Demokrat, atau Prabowo tidak memilih PAN sebagai calon wakil presidennya.

Tiga partai yang disebut tadi punya cawapres masing-masing. PKB dengan Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Demokrat dengan Agus Harimurti Yudhoyono, dan PAN dengan Zulkifli Hasan.

"Poros ketiga antara Demokrat, PKB, dan PAN akan muncul jika Muhaimin dan Agus ditolak Jokowi jadi cawapresnya, dan Prabowo lebih memilih PKS sebagai cawapres ketimbang Muhaimin dan Zulkifli Hasan," kata Haris.

Haris menilai poros ketiga akan kesulitan meningkatkan elektabilitas calon yang diusung. Tiga nama yang mengemuka, Cak Imin, Agus Yudhoyono, dan Zulkifli, berdasarkan survei, elektabilitasnya masih jauh di bawah Jokowi maupun Prabowo. 

"Poros ketiga ini tidak punya capres yang memiliki elektabilitas memadai," kata Haris.

Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Airlangga, Kacung Marijan menilai masalah yang dihadapi poros ketiga bukan soal jagoan yang bakal diusung pada pemilu nanti. Tetapi, kata Kacung, apa implikasinya bagi tiga partai ini jika membentuk poros ketiga serta apa hitungan politik yang mampu menimbulkan kepercayaan diri untuk memenangkan Pilpres 2019.

"Ya kalau hanya bentuk poros ya nanti sore juga jadi. Tapi kan banyak hal yang akan dipertimbangkan. Mulai dari calonnya sampai kemungkinan terpilihnya," tegas Kacung. 

Politik itu cair. So, nantikan saja apakah poros ketiga terwujud atau berhenti sampai wacana?

Tag: pkb partai demokrat flyover pancoran pemilu 2019 capres

Bagikan: