Perluas Akses Ekonomi Kreatif Lewat Bisma

Tim Editor

Bisma (Foto: Bekraf)

Jakarta, era.id - Minimnya database terkait ekonomi kreatif di Indonesia menyulitkan banyak pelakunyakesulitan mengembangkan karya. Untuk mengatasi persoalan itu, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) meluncurkan sebuah aplikasi yang dinamai Bisma (Bekraf Information System and Mobile Application).

Lewat Bisma, para pelaku ekonomi kreatif dapat melakukan komunikasi dua arah dengan Bekraf dan pelaku ekonomi kreatif lain. Lewat komunikasi dua arah, Bekraf berharap segala persoalan dapat ditangkap, untuk kemudian dipetakan secara lebih akurat.

"Menerima masukan dan memetakan lebih akurat tentang kondisi usaha kreatif terkini di Indonesia," kata Sekretaris Utama Bekraf, Mesdin Kornelis Simarmata sebagaimana dilansir Antara, Sabtu (17/3/2018).

Dengan pemetaan, Bekraf dapat menyusun kebijakan dengan tepat, dengan implementasi yang efektif dan efisien. "Dapat menyusun kebijakan lebih efektif dan efisien untuk pengembangan bisnis kreatif," lanjutnya.

Karenanya, Bekraf mengajak para pelaku ekonomi kreatif dari 16 sub sektor yang terdaftar di Bekraf untuk mendaftar dan mendorong keikutsertaan sebanyak mungkin pelaku lain.

"Bisma mendorong para pelaku memiliki jejaring dan memperoleh kesempatan mendapatkan fasilitasi dan dukungan bagi pengembangan usahanya dari Bekraf," tutur Mesdin.


Infografis (Sumber: Bekraf)

Tag: aplikasi bisma ekonomi kreatif bekraf

Bagikan: