Ketika Quito Dihajar Gempa Hebat

| 22 Mar 2018 13:33
Ilustrasi (Pixabay)
Jakarta, era,id  - Quito, Ekuador, lokasi dari banyak gempa bumi besar selama bertahun-tahun, menderita goncangan gempa terburuk pada hari ini di tahun 1859. Gempa tersebut mengakibatkan 5.000 orang tewas dan menghancurkan sejumlah bangunan penting di kawasan Amerika Selatan.

Sejarah gempa bumi Quito di zaman modern dimulai dengan getaran kuat pada 4 Februari 1797. Tidak hanya menewaskan sekitar 40.000 orang, gempa juga mengaktifkan gunung berapi Cotopaxi yang menyebabkan hujan lava di kota Ambato. 

Enam puluh tahun kemudian, Quito dibangun kembali dan nyaris tidak menyisakan sisa reruntuhan bencana. Para penduduk kota seakan melupakan tragedi tersebut dan hidup tenang selama bertahun-tahun.

Tapi, pada pukul 8.30 pagi, 22 Maret 1859, guncangan keras menerjang kota selama hampir enam menit. Bangunan, gereja dan rumah di seluruh kota hancur lebur.

Sejumlah bangunan terkenal di daerah itu juga runtuh, termasuk istana negara, Istana Archepiscopal, Kapel El Sagrario, dan Kuil Augustinus.

Meskipun dari sisi infrastruktur mengalami banyak kerusakan, jumlah korban tewas saat itu tidak sebanyak yang diperkirakan.  

Setelah bencana ini, Quito tidak terkena gempa besar lagi hingga Agustus 1949, ketika gempa di selatan kota menewaskan 6.000 orang dan menyebabkan 100.000 orang kehilangan tempat tinggal.
Rekomendasi