Goodbye Alexis!

Tim Editor

    Sedang memuat podcast...

    Salah satu sudut Lounge di Hotel Alexis (Leo/era.id)

    Jakarta, era.id - Nama Alexis sontak menjadi perbincangkan publik. Hal itu usai Anies Baswedan menyinggung rivalnya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang dinilai lemah dalam pemberantasan tempat prostitusi.

    Dalam kampanyenya, mantan Mendikbud itu berjanji akan menutup Alexis jika nanti terpilih sebagai orang nomor satu di DKI. Terbukti, Anies memilih tidak memperpanjang izin hotel dan gerai pijat Alexis, yang berakhir pada 27 Oktober 2017.

    “Seperti saat kampanye, kita tegas, mengambil langkah tidak akan memperpanjang kontrak Alexis,” tegas Anies, kala itu.

    Saat itu hanya izin hotel dan gerai pijat dilarang beroperasi. Sedangkan diskotek dan tempat karaoke masih berjalan seperti biasanya. 

    Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya DKI Jakarta, Tinia Budiarti menjelaskan, izin Hotel dan Griya Pijat Alexis telah habis pada 29 Agustus 2017. Sedangkan, Alexis baru mengajukan perpanjangan izin pada 14 Oktober 2017. 


    Kolam pemandian griya pijat Hotel Alexis. (Leo/era.id)

    Setelah polemik penghentian izin operasi mereda, kabar Alexis pun lama tak terdengar. Hingga akhirnya  Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan, mulai hari ini, Rabu (28/3/2018), Izin Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) Hotel Alexis resmi dicabut. 

    Adapun enam TDUP yang dicabut adalah tanda daftar karaoke, tanda daftar restoran, tanda daftar musik, dan beberapa item lain. Mantan Mendikbud itu menjelaskan, pencabutan TDUP Alexis disebabkan adanya pelanggaran prostitusi dan human trafficking.

    Anies menambahkan, dalam penutupan tersebut Anies tidak mengirimkan ratusan Satpol PP, melainkan hanya sebuah surat yang intinya meminta Alexis untuk berhenti beroperasi.

    "Kita tidak pakai kirim pasukan, kita kirimnya secarik kertas," kata Anies di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (27/3). 

    Tag: hotel alexis

    Bagikan :