Kritik Presiden Boleh, Asal Jangan Kampanye Hitam

Tim Editor

Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rahmat Bagja. (Diah/era.id)

Jakarta, era.id - Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rahmat Bagja mengatakan, bentuk kampanye Pilpres 2019 yang menyerang pribadi dengan tuduhan yang tak dapat dibuktikan adalah pelanggaran.

"Kita sesalkan kalau ada yang menyerang Jokowi sebagai komunis lah, apa lah. Masyarakat disilakan untuk miliki hak kebebasan berekspresi, asal tidak black campaign," kata Bagja saat ditemu di Gedung Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Selatan, Selasa (10/4/2018).

Ini sekaligus menjawab gerakan tanda pagar #2019gantipresiden yang ramai di media sosial. Menurutnya, hal seperti ini tidak apa-apa, asalkan tidak menyerang secara pribadi termasuk keluarganya dan kehormatannya sebagai presiden RI 2014-2019.

"Logis saja, menurut saya #2019gantipresiden tak apa, asal tidak black campaign yang menyerang presiden. Tapi, kalau ganti presiden, ya masih masuk logika demokrasi, mau change (ganti), mau save (pertahankan), ya silakan. Kecuali, kudeta dan gerakan bersenjata itu tidak boleh (dilakukan)," kata dia.


(Infografis Jokowi curhat menggebu-gebu menanggapi isu terkini/era.id)

Bagja melanjutkan, gerakan kritik juga dibolehkan meski diinisiasi oleh partai politik dan kadernya sekalipun.

"Lagian, harus ada juga yang bisa mengkritik program Jokowi yang sekarang berjalan, dari partai oposisi yang penting memerhatikan norma sosial. Mereka juga mesti bisa membuktikan programnya lebih bagus dari Jokowi jika terpilih," ungkapnya.

Baca Juga : Counter Attack dari Presiden Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang biasanya kalem ketika diserang beragam isu mulai membuka suara. Dengan lantang Jokowi menjawab berbagai persoalan yang ditujukan kepadanya mulai dari isu Indonesia bubar 2030, utang negara, PKI, hingga gerakan #2019GantiPresiden.

Hal itu disampaikan Jokowi, saat berpidato di acara Konvensi Nasional Galang Kemajuan Tahun 2018, di Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 7 April 2018. Di hadapan ribuan relawannya, Jokowi menanggapi soal gerakan #2019GantiPresiden yang masif digemakan PKS.

"Sekarang isunya ganti lagi kaus. #GantiPresiden2019 pakai kaus. Masak kaus bisa ganti presiden? Yang bisa ganti presiden itu rakyat," kata Jokowi di hadapan relawan yang hadir. 

Tag: bawaslu pemilu 2019 capres jokowi

Bagikan: