Gus Ipul Janjikan Asuransi untuk Nelayan Jatim

Tim Editor

Cagub Jawa Timur Gus Ipul (Instagram)

Banyuwangi, era.id - Calon gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, ingin membantu pembayaran premi asuransi seluruh nelayan dan menyiapkan sejumlah program lain untuk nelayan di Jawa Timur. Dia ingin menguatkan bantuan dari pemerintah pusat untuk nelayan yang saat ini sudah berjalan.

"Program bantuan dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan belum mampu mencakup seluruh nelayan, sehingga nantinya akan dibantu oleh pemerintah provinsi," kata Gus Ipul saat berdialog dengan tokoh nelayan di Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, seperti dikutip Antara, Sabtu (14/4/2018).

Setelah bertemu dan berdialog, cagub Jatim nomor urut dua itu juga mengunjungi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Brak Muncar dan sempat membeli hasil tangkapan nelayan di wilayah setempat.

"Kami menargetkan seluruh nelayan di Banyuwangi maupun Jawa Timur yang jumlahnya mencapai 300.000 bisa seluruhnya ter-cover asuransi. Saat ini yang sudah mendapat bantuan baru sebagiannya saja," ujarnya.

Menurutnya, pemerintah provinsi akan memberikan bantuan premi asuransi ke nelayan secara proporsional, misalnya ditetapkan pemerintah provinsi menanggung 50 persen premi asuransi nelayan melalui BPJS Ketenagakerjaan dalam skema bukan penerima upah (BPU) atau asuransi lain yang punya program serupa seperti PT Jasindo yang preminya sebesar Rp175.000 per tahun.

"Dananya terjangkau oleh alokasi dana APBD Jatim dan ini bukti keberpihakan kami terhadap nelayan," ucap keponakan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu.

Baca Juga : Risma: Dukung Gus Ipul-Puti Dapat Dunia Akhirat

Dengan mendapatkan asuransi, lanjut dia, nelayan bisa terlindungi karena mendapat jaminan kematian, kecelakaan kerja, dan biaya pengobatan. Dengan menjadi peserta asuransi nelayan, maka mereka juga berkesempatan menikmati program pemerintah provinsi lain karena sudah masuk basis data.

"Selain asuransi nelayan, kami juga telah menyiapkan sejumlah program lainnya bagi nelayan, mulai dari teknologi pengumpul ikan untuk memudahkan penangkapan, hingga bantuan kapal dan alat tangkap ramah lingkungan. Pasar lelang ikan juga akan direvitalisasi menjadi lebih modern, rapi, dan terintegrasi," katanya.

Bertemu Gus Ipul, para nelayan di Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi mayoritas mengeluhkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) No. 1/2015 tentang larangan menangkap lobster kecil.

Seorang tokoh nelayan Muncar, Mastur, mengatakan Permen KP itu dikenal nelayan sebagai "permen pahit" karena lobster bertelur dilarang ditangkap dan begitu juga ekspor bibit lobster berukuran 50-100 gram juga tidak diperbolehkan lagi.

"Padahal lobster adalah komoditas yang lebih menguntungkan daripada hasil laut lainnya. Dengan peraturan itu, produksi budi daya lobster Banyuwangi banyak yang berhenti dan para nelayan tidak berani menangkap bibit lobster, pembudidaya lokal pun berhenti produksi," ujarnya.

Para nelayan tersebut juga mengeluhkan belum meratanya asuransi yang bisa menaungi mereka karena program pemerintah pusat tentang asuransi nelayan juga masih terbatas.

Menanggapi hal itu, Gus Ipul akan berkomunikasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Dia menegaskan bibit lobster yang ditangkap untuk dikonsumsi atau diekspor jelas tidak boleh, namun untuk pembibitan bisa menjadi pertimbangan.

Pilkada Jatim 2018 diikuti dua pasang calon gubernur-wakil gubernur, yakni Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak di nomor urut 1 dan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno di nomor urut 2.

Khofifah-Emil didukung Partai Demokrat (13 kursi), Partai Golkar (11 kursi), Partai Nasdem (4 kursi), PPP (5 kursi), Partai Hanura (2 kursi), dan PAN (7 kursi) dengan total sebanyak 42 kursi di DPRD Jatim. Adapun Gus Ipul-Puti didukung PDI Perjuangan, PKB, PKS, dan Partai Gerindra.

Tag: gus ipul-puti pilkada jatim 2018 pilkada 2018

Bagikan: