Elektabilitas Prabowo Belum Bisa Dekati Jokowi

| 17 Apr 2018 06:02
Elektabilitas Prabowo Belum Bisa Dekati Jokowi
Infografis capres-cawapres (Wildan/era.id)
Jakarta, era.id - Partai Gerindra sudah resmi mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden. Tapi tahukah kamu, beberapa hari sebelum hari pengumuman pencapresan Prabowo, -- 11 April -- perolehan suaranya masih jauh di bawah Joko Widodo.

Menurut hasil survei Media Survei Nasional (Median) yang dilakukan pada 24 Maret-6 April 2018, elektabilitas Jokowi berada pada angka 36,2 persen, sedangkan Prabowo hanya 20,4 persen. Menyusul Prabowo, mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang elektabilitasnya mencapai 7,00 persen atau di atas elektabilitas Jusuf Kalla 4,3 persen, dan elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 2,00 persen.

Berdasarkan hasil survei Median, elektabilitas Jokowi meningkat 1,2 persen dibanding hasil survei pada Februari 2018. Selain Jokowi, elektabilitas Jusuf Kalla juga meningkat 2,1 persen. Elektabilitas Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar meningkat 1,9 persen, dan elektabilitas Gatot Nurmantyo meningkat 1,1 persen.

"Joko Widodo meningkat suaranya dari 35 persen pada Februari menjadi 36,2 persen pada bulan April 2018," kata Direktur Riset Median, Sudarto, Senin (16/4/2018).

Baca Juga : Ekspresi Patah Hati Cak Imin jika Ditolak Jokowi

Infografis capres-cawapres (Wildan/era.id)

Sementara itu, elektabilitas Prabowo turun 0,8 persen dibanding hasil survei pada Februari, dan elaktabilitas Anies turun 2,5 persen.

"Prabowo Subianto menurun suaranya dari 21,2 persen di bulan Februari menjadi 20,4 persen di bulan April 2018," ujar Sudarto. 

Sementara itu, menurut hasil survei pula, Anies Baswedan menduduki peringkat tertinggi sebagai kandidat wakil presiden dengan elektabilitas 6,2 persen. Disusul kemudian Gatot Nurmantyo di peringkat kedua dengan elektabilitas 5,4 persen, dan Prabowo Subianto 4,9 persen.

Baca Juga : Jokowi-Prabowo Bisa Akhiri Konfrontasi Pendukung

Infografis capres-cawapres (Wildan/era.id)

Hasil survei juga memaparkan elektabilitas capres-cawapres jika pilpres diikuti dua kandidat pasangan calon. Pasangan Joko Widodo-Muhaimin Iskandar meraih elektabilitas 41,9 persen, disusul pasangan Joko Widodo-Hari Tanoesudibjo sebesar 41,8 persen, dan Joko Widodo-Agus Harimurti Yudhoyono sebanyak 41,5 persen.

Sedangkan pada kubu Prabowo, pasangan Prabowo Subianto-Anies Baswedan meraih perolehan suara elektabilitas 34,9 persen, disusul suara Prabowo Subianto-Agus Harimurti Yudhoyono 34,9 persen, dan Prabowo Subianto-Gatot Nurmantyo 33,3 persen.

Baca Juga : Akankah PAN Merapat ke Jokowi

Infografis capres-cawapres (Wildan/era.id)

Survei tersebut dilakukan terhadap 1.200 responden yang memiliki hak pilih. Sampel dipilih secara acak dengan teknik multistage random sampling dan proporsional atas populasi provinsi serta jender. Margin of error dalam survei ini plus minus 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Artinya, ada peluang angka survei meleset lebih besar atau kecil sampai 2,9 persen.

Rekomendasi