Mendikbud Akui Sulitnya Soal Ujian Nasional

Tim Editor

Ilustrasi (Pixabay)

Jakarta, era.id - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengakui sulitnya soal ujian pelajaran Matematika, dan beberapa mata pelajaran lain di tingkat SMA pada Ujian Nasional (UN) kemarin. Mendikbud berharap peserta didik Indonesia setara dengan peserta didik Internasional.

Muhadjir menjelaskan, soal-soal UN yang menuntut penalaran sudah harus diperkenalkan kepada para peserta didik saat ini. Hal itu guna mengejar standar internasional.

"Soal-soal penalaran pada ujian nasional sebetulnya hanya sekitar 10 persen dari total semuanya. Ini dilakukan sebagai ikhtiar untuk menyesuaikan secara bertahap standar kita dengan standar internasional, antara lain seperti standar Program for International Student Assessment (PISA)," kata Muhadjir melalui keterangan tertulisnya, Senin (16/4).

Pengenalan soal penalaran, kata Muhadjir, bertujuan untuk mengejar ketertinggalan pencapaian kompetensi siswa Indonesia di tingkat internasional. Selain itu, model soal penalaran merupakan salah satu tuntutan kompetensi dalam pembelajaran abad 21, yakni berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif. 


Ilustrasi (Rahmad/era.id)

Baca Juga : Ada Apa dengan UNBK Pelajaran MTK?

Dengan begitu, peserta didik diharapkan mampu menganalisa data, membuat perbandingan, membuat kesimpulan, menyelesaikan masalah, dan menerapkan pengetahuan pada konteks kehidupan nyata.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud, Totok Suprayitno, menerangkan bahwa soal-soal UN terdiri dari 3 level kognitif yaitu level 1 (pengetahuan pemahaman) sekitar 30 persen, level 2 (aplikasi) sekitar 60 persen, dan level 3 (penalaran) sekitar 10 persen. Soal-soal tersebut ditulis oleh guru dan ditelaah oleh para guru yang kompeten dan dosen dari beberapa perguruan tinggi.

Hasil UN ini, kata Totok, akan dianalisis untuk mendiagnosa topik-topik yang harus diperbaiki di setiap sekolah untuk setiap mata pelajaran UN. Hasil analisis tersebut akan didistribusikan ke semua Dinas Pendidikan untuk ditindaklanjuti dengan program-program peningkatan mutu pembelajaran.


(Infografis: era.id)

Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Bambang Suryadi menambahkan, soal UN tahun 2018 telah dikembangkan berdasarkan kisi-kisi yang disusun oleh Kemendikbud, dengan melibatkan guru, yang selanjutnya ditetapkan oleh BSNP pada bulan Agustus 2017, dan dimuat di laman bsnp-indonesia.org.

Kisi-kisi tersebut telah disusun sesuai kompetensi dasar yang harus diajarkan oleh guru, sebagaimana dijabarkan dalam kurikulum pembelajaran di sekolah dan dituangkan dalam buku mata pelajaran. 

"Tujuannya agar pembelajaran di sekolah-sekolah tidak terjebak pada proses drilling soal-soal UN. Guru wajib mengajarkan materi pembelajaran dengan mengedepankan pemahaman konsep dan penalaran, bukan sekedar drilling soal," kata Bambang.

Tag: ujian nasional

Bagikan: