Polri Sarankan Jembatan di Pulau Jawa Diaudit

| 18 Apr 2018 17:10
Polri Sarankan Jembatan di Pulau Jawa Diaudit
Kepala Divisi Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto. (Suriaman/era.id)
Jakarta, era.id - Kepala Divisi Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto menyarankan Kementerian Perhubungan mengaudit seluruh jembatan di Pulau Jawa. Hal itu menyusul ambrolnya jembatan Widang-Babat, Jawa Timur, yang menelan dua korban jiwa.

"Seluruh jembatan di Pulau Jawa ini memang seharusnya diaudit secara menyeluruh," kata Wasisto di Mapolda Metro Jaya, Rabu (18/4/2018).

Wasisto juga berharap pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) segera mengatasi kerusakan yang timbul akibat ambrolnya jembatan tersebut. Hal itu agar saat arus mudik, jembatan bisa digunakan.

"Kalau sekarang kan ada kerusakan, jadi harus diantisipasi dengan buat jembatan darurat," tambahnya.

Baca Juga : Jembatan Widang-Babat Ambrol, 2 Orang Tewas

Saat ini, lanjut Wasisto, pihaknya juga tengah mencari tahu dugaan penyebab ambrolnya jembatan tersebut. "Nanti kita akan cek semua. Siapa yang tanggung jawab, karena ada korban juga," kata dia.

Sebelumnya, Direktorat Jendral Bina Marga Kementerian PUPR telah mengirim tim ke jembatan Widang-Babat, Jawa Timur. Tujuannya, untuk melihat kondisi jembatan dan penyebab ambrolnya konstruksi yang dibangun pada 1970-an itu.

"Dari data-data yang ada kemungkinan terbesar adalah akibat beban berlebih yang menyebabkan keruntuhan tersebut," ujar Dirjen Bina Marga, Arie Setiadi, saat ditemui di kantornya, Selasa (17/4).

Dia menerangkan, jalan dan jembatan nasional memiliki ukuran seragam yaitu mampu menahan beban maksimal 45 ton. Namun karena timbangan jalan tidak berfungsi maksimal, aturan ini sulit diterapkan.

"Kita akan hitung beban yang bekerja di situ berapa tapi kalau kita lihat yang lewat kemudian ada data-datanya sebenarnya di situ hampir 60 persen lebih bebannya," tambahnya.

Rekomendasi