Vonis Andi Narogong Ditambah Jadi 11 Tahun Penjara

Tim Editor

Terdakwa kasus korupsi e-KTP, Andi Narogong. (Tasha/era.id)

Jakarta, era.id - Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memutuskan untuk menambah hukuman bagi Andi Agustinus alias Andi Narogong yang merupakan terdakwa dalam kasus korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) setelah jaksa penuntut umum KPK mengajukan banding.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong dengan pidana penjara selama 11 tahun dan denda sebesar Rp1 miliar dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar akan diganti dengan pidana kurungan selama enam bulan," dikutip dari laman Mahkamah Agung, Rabu, (18/4/2018).

Baca Juga : Penyesalan Novanto Bertemu Andi Narogong

Selain itu, Pengadilan Tinggi DKI juga menjatuhkan pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti kepada Andi Narogong sebesar 2,5 juta dolar AS dan sebesar Rp1,186 miliar dan pengembalian 350.000 dolar AS.

Keputusan ini berbanding terbalik dengan dikabulkannya pengajuan justice collaborator oleh hakim John Halasan Butar Butar saat itu. Bukannya ringan, hukuman Andi bertambah dan ia juga ditetapkan sebagai pelaku utama dalam kasus ini.


Putusan Mahkamah Agung. (Foto: Istimewa)

"Bahwa walaupun terdakwa pelaku utama dan sebagai justice collaborator, tidak dapat dilepaskan perannya yang sangat dominan baik penganggaran maupun dalam pelaksanaan proyek e-KTP hingga negara dirugikan triliunan rupiah terlepas statusnya sebagai justice collaborator, sehingga terdakwa dapat dikatagorikan sebagai pelaku utama,” tertulis dalam putusan tersebut.

Putusan itu diambil oleh Hakim Ketua Daniel Delle Pairunan, bersama Hakim Anggota I Nyoman Adi Juliasa, Achmad Yusak, Hening Tyastiyono, Rusydi dan dibacakan pada Selasa (3/4) lalu.

Sebelumnya, majelis hakim pengadilan tipikor menjatuhkan vonis ke Andi Agustinus alias Andi Narogong dalam sidang e-KTP. Andi terbukti melakukan korupsi dan dihukum delapan tahun penjara.

Baca Juga : Andi Narogong Kerap Ditagih Fee Proyek e-KTP


Penerima aliran korupsi e-KTP. (Infografis/era.id)

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong dengan pidana penjara selama 8 tahun dan denda sebesar Rp1 miliar dengan ketentuan bila denda tersebut tidak dibayar maka diganti pidana kurungan selama 6 bulan," kata ketua majelis Jhon Halasan Butar Butar di Pengadilan Tipikor, Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Kamis (21/12).

Andi Naragong juga wajib bayar uang pengganti sebesar 2.500.000 dolar AS dan Rp1,1 miliar. Jika tidak sanggup, harta Andi Naragong bakal disita jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti. Andi Narogong dinyatakan bersalah secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi yang diatur dalam Pasal 2 Ayat 1 UU Pemberantasan Tindak Korupsi.

Tag: korupsi e-ktp setya novanto korupsi bakamla kpk

Bagikan: