Senin, Becek, Macet, dan Gak Ada Ojek

Tim Editor

Suasana di depan Stasiun Palmerah, Jakarta Barat, Senin (23/4/2018). (Wahyu/era.id)

Jakarta, era.id - Turun dari Stasiun Cawang di tengah rintik hujan, Riki kebingungan. Seharusnya dia bisa dengan mudah segera mendapatkan ojek online untuk bisa mencapai kantornya. Tapi tidak pagi ini.

Dua aplikasi transportasi online yang ada di gawainya, tidak berhasil menemukan satupun driver, Senin (23/4/2018). Padahal sempat tertera notifikasi, di sekitarnya ada banyak driver yang siaga. Tapi entah mengapa tidak ada yang mau menerima pesanannya.

Setelah berjalan cukup jauh dari Stasiun Cawang, akhirnya Riki berhasil mendapatkan driver. Tapi tarif perjalanannya begitu luar biasa, Rp20 ribu --biasanya dia cuma membayar Rp8 ribu. Riki mungkin lupa kalau hari ini ada aksi besar-besaran dari driver ojek online di depan Gedung DPR yang menuntut kepastian aturan operasional dan tarif. Bukan hanya yang ada di Jabodetabek saja, bahkan ada yang datang dari Pulau Sumatra.


Suasana di depan Stasiun Cawang yang kerap jadi pangkalan pengemudi ojek online, Jakarta Timur, Senin (23/4/2018). (Moksa Hutasoit/era.id)

Sama halnya dengan Dika, yang biasa menunggu ojek online di bawah jembatan penyeberangan Halte Transjakarta UKI, pada hari ini sulit mendapatkan driver. Dalam dua aplikasi ojek online yang dia gunakan, tarif dari UKI ke Tebet mencapai Rp16 ribu dan Rp17 ribu, padahal biasanya hanya Rp9 ribu atau Rp10 ribu.

Baca Juga : Menhub Minta Tarif Ojek Online Ditentukan Perusahaan

Namun setelah mencoba memesan beberapa kali, tidak ada driver yang 'menangkap' pesanannya. Dika akhirnya memilih ojek konvensional menuju Tebet dengan tarif Rp25 ribu.


Suasana di depan Stasiun Palmerah, Jakarta Barat, Senin (23/4/2018) (Wahyu/era.id)

Hal serupa juga dialami Liliek, warga Tangerang pengguna KRL, yang turun di Stasiun Palmerah untuk menuju tempat kerjanya di Jakarta Selatan. Dia kesulitan mendapat driver ojek online meski sudah berkali-kali memesan lewat aplikasi. Driver ojek online yang biasanya parkir berderet di depan stasiun, pada hari ini tampak sepi karena adanya aksi demo.

Baca Juga : Presiden Jokowi Minta Ada Patokan Harga Ojek Online

Sejumlah orang, kata Liliek, memilih melanjutkan perjalanan menggunakan bus transjakarta. Tapi dia memilih mendekati pengemudi ojek pangkalan dan meminta diantar melintasi Jalan Gatot Subroto untuk mencapai kantornya di dekat TIS Square, Pancoran.

Namun, permintaan Liliek ditolak pengemudi ojek pangkalan meski dijanjikan bakal dibayar Rp100 ribu dengan alasan jarak tempuh terlalu jauh.

"Maaf ya, Bang. Bukannya nolak rezeki atau apa. Tapi saya ambil yang dekat-dekat saja," kata seorang tukang ojek.

Tag: demo ojek online kemacetan

Bagikan: