Menapaki Medan Tempur Pemilu 2019

Tim Editor

Ilustrasi (Hilmy/era.id)

Jakarta, era.id - Lahirnya anggota legislatif yang terpilih melalui sistem pemilu demokratis tidak bisa dilepaskan dari proses konversi suara di daerah pemilihan (dapil). Untuk itu, para calon legislatif (caleg) di Pemilu 2019 sebaiknya mampu membaca strategi 'perang', khususnya yang berkaitan dengan jumlah dapil.

Dapil adalah wilayah administrasi gabungan pemerintahan yang dibentuk sebagai kesatuan wilayah/daerah berdasarkan jumlah penduduk untuk menentukan alokasi kursi anggota legislatif. Dapil juga sering diistilahkan sebagai 'medan tempur' bagi caleg dan partai politik dalam meraih kursi legislatif. Sistem dapil hadir bersamaan dengan sistem proposional yang dijalani oleh konstitusi Indonesia. 

Dilansir dari rumahpemilu.org, sistem pembentukan dapil mengikuti tujuh prinsip yang ditentukan dalam pasal 185 UU Penyelenggaraan Pemilu No 7 Tahun 2017 yaitu:

1. Kesetaraan suara yang mengupayakan nilai suara setara antara satu dapil dengan dapil lainnya
2. Ketaatan pada sistem pemilu proposional yang mengutamakan jumlah kursi yang besar agar persentase jumlah kursi yang diperoleh setiap parpol dapat setara dengan persentase suara sah yang diperoleh
3. Memperhatikan keseimbangan alokasi kursi antar-dapil
4. Integralitas wilayah yang memperhatikan keutuhan dan keterpaduan wilayah
5. Berada dalam satu wilayah yang sama
6. Memperhatikan aspek sejarah, kondisi sosial budaya, adat istiadat dan kelompok minoritas 
7. memperhatikan komposisi dapil pada pemilu sebelumnya

Untuk pemilu 2019, penataan dapil merujuk pada lampiran III dan IV UU No. 7 Tahun 2017 yang berbunyi setiap district magnitude atau alokasi kursi setiap dapil kota/kabupaten adalah 3-12 kursi. Penentuan alokasi kursi anggota legislatif kabupaten/kota ditentukan berdasarkan data kependudukan terakhir.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan berbagai perubahan jumlah suara dan dapil. Jika dalam Pemilu 2014 hanya berjumlah 77 dapil, maka pada Pemilu 2019 menjadi 80 dapil. Kenaikan dapil juga terjadi di tingkat DPRD provinsi; dari 259 menjadi 272 dapil dan di level DPRD kota/kabupaten; dari 2.102 menjadi 2.206 dapil.

Provinsi dengan kuota kursi legislatif terbanyak

Pada Pemilu 2014, muncul beberapa data unik mengenai suara yang dihasilkan dapil di seluruh Indonesia. Dari 77 dapil, Jawa Barat dan Jawa Timur tercatat sebagai provinsi dengan jumlah dapil terbanyak (11), disusul Jawa Tengah dengan 10 dapil.

Jawa Barat memiliki kuota 91 kursi di mana jumlah kursi terbanyak (10) dimiliki dapil Jawa Barat II, Jawa Barat VII, dan Jawa Barat XI.

Dapil Jawa Barat II terdiri dari wilayah Kabupaten Bandung dan Bandung Barat dengan total suara 2.686.258 pemilih. Dapil Jawa Barat VII terdiri dari Kabupaten Purwakarta, Karawang, dan Bekasi dengan total suara sebesar 3.166.410 pemilih. Sedangkan dapil Jawa Barat XI terdiri dari gabungan wilayah Kabupaten Garut dan Kabupaten/Kota Tasikmalaya dengan jumlah suara 2.701.237.

Baca Juga : KPU Tambah Kursi Legislatif 

Provinsi Jawa Timur memiliki kuota 87 kursi di mana kursi terbanyak ada di dapil Jawa Timur VIII dan Jawa Timur I dengan 10 kursi. Dapil Jawa Timur VIII terdiri atas wilayah Kabupaten Jombang, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten/Kota Mojokerto, dan Kabupaten/Kota Madiun di mana total pemilihnya menembus angka 2.718.303.

Sedangkan di Jawa Timur I yang terbagi atas Kabupaten Sidoarjo dan Kota Surabaya total pemilihnya berjumlah 2.271.635 orang.  


Ilustrasi (Hilmi/era.id)

Siapa saja caleg yang berjaya pada Pemilu 2014?

Ada lima caleg yang mampu meraih suara terbanyak di Pemilu 2014, empat di antaranya adalah caleg dari partai pemenang pileg 2014, PDIP.

Karolin Margret Natasha terpilih sebagai anggota DPR RI dengan meraih 397.481 suara. Karolin berasal dari dapil Kalimantan Barat. Lalu ada cucu Bung Karno, Puan Maharani di peringkat kedua dengan total suara 369.927. Puan berada di dapil Jawa Tengah V.

Kader PDIP yang mendapatkan suara besar berikutnya adalah I Wayan Koster, anggota legislatif dari dapil Bali yang mendapatkan suara 260.342. Menyusul ada nama Rieke Diah Pitaloka dari dapil Jawa Barat VII dengan total suara 255.042.

Di peringkat kelima ditempati Partai Demokrat di mana kader terbaiknya, Edhie Baskoro Yudhoyono berhasil meraih total 243.747 suara. Putra Presiden ke-VI RI Susilo Bambang Yudhoyono ini berasal dari dapil Jawa Timur VII.
 

Tag: pilihan asyik pemilu 2019

Bagikan: