Jakarta, era.id - Dalam persidangan korupsi e-KTP Setya Novanto, beberapa waktu lalu, Satpam RS Medika Permata Hijau, Abdul Aziz, sempat mengaku melihat Novanto dalam kondisi sadar usai mengalami kecelakaan di bilangan Permata Hijau, Jakarta Selatan.
Saat itu modem internet Novanto terjatuh, kemudian Abdul diminta Novanto untuk mengambilkannya. Selanjutnya, Novanto keluar dari mobil van berwarna hitam yang membawanya ke RS, lalu turun dari pintu sebelah kanan.
"Saya yakin dia (Novanto) sadar, karena wifinya (modem internet) yang besar itu jatuh. Itu dia bilang, 'tolong wifi saya jatuh' dia sempat ngomong. Yang ambil Pak Purwadi dan diserahkan ke ajudannya," tutur Abdul di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Gunung Sahari, Senin (3/4).
Namun hal itu dibantah Novanto saat menjadi saksi di persidangan terdakwa perintangan persidangan Bimanesh Sutarjo. Ia mengaku tak memiliki modem wifi seperti yang dituturkan Satpam RS Medika Permata Hijau tersebut.
"Saya enggak pernah punya modem dan enggak pernah pegang modem," tutur Novanto di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Jumat (27/4/2018).
Mantan Ketua DPR itu membantah pernah memegang modem wifi, karena dirinya gagap teknologi alias gaptek. Ia pun menuturkan kalau telepon genggam pun lebih sering dipegang oleh ajudannya semasa menjabat menjadi Ketua DPR RI.
Baca Juga : Di Rumah Sakit, Fredrich Sempat Dikira Sopirnya Novanto
"Yang jelas saya enggak pernah pegang modem. Saya gaptek. Kedua, mohon maaf waktu saya di DPR juga ajudan yang pegang HP," kata dia.
Dalam perkara ini, Bimanesh bersama Fredrich didakwa merintangi penyidikan KPK atas Setya Novanto dalam kasus dugaan korupsi e-KTP. Bimanesh dan Fredrich didakwa bekerja sama merekayasa agar Novanto dirawat inap di RS Medika Permata Hijau untuk menghindari pemeriksaan penyidik KPK.
(Infografis/era.id)