Dukung Prabowo, PAN: Buruh Lakukan Gerakan Politik

Tim Editor

Ketua MPR Zulkifli Hasan (Meri/era.id)

Jakarta, era.id - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyatakan dukungannya kepada Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai calon presiden pada Pemilu 2019. Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan tak mempermasalahkan dukungan yang menunggangi momen Hari Buruh Internasional itu.

"Memang buruh kan gerakan politik. Ya gerakan politik. Apa yang dipolitisasi?" kata Zulkifli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/5/2018). 

Zulkifli, mengaku tak mengetahui soal deklarasi dukungan itu. Terlebih soal 10 poin kontrak politik yang disetujui oleh Prabowo. Menurutnya, hal yang wajar jika KSPI menyuarakan aspirasinya di Hari Buruh Internasional.


"Saya enggak ada komentar sambut menyambut. Buruh memang gerakan politik. Misalnya UKM, itu gerakan politik ekonomi kerakyatan," lanjut Zulkifli.

Baca Juga : Simbiosis Mutualisme Buruh dan Prabowo

Dalam kontrak politik, Prabowo menyatakan kesiapannya melunasi janji jika terpilih sebagai orang nomor satu di republik ini. Ada 10 kontrak politik yang disetujui Prabowo, salah satunya poinnya meningkatkan upah minimum pekerja buruh dan mencabut Perpres Nomor 78 Tahun 2015.  

"Apabila saya dipilih menjadi Presiden RI saya akan menjalankan kebijakan-kebijakan yang membela kesejahteraan dan kepentingan rakyat Indonesia khususnya kaum buruh," tutur Prabowo di Gedung Istora, Senayan, Jakarta, Selasa (1/5).

Presiden Konfederasi Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, kontrak politik yang dilakukan dengan Prabowo memiliki barter tertentu. Salah satunya, mengambil jatah Menteri Tenaga Kerja (Menaker) dari elemen buruh ini.

Namun Iqbal menampik, jika kontrak politik tersebut berkaitan dengan persoalan jatah. Dia hanya berharap ada perwakilan buruh di dalam kabinet kerja, yang nantinya akan mengontrol isu dari perjanjian politik tersebut.

"Ini bukan persoalan jatah. Kami serikat buruh independen tapi kami punya kepentingan untuk memastikan isu-isu buruh dalam kontrak politik bisa jalan," kata Said di Istora, Senayan, Jakarta, Selasa (1/5).

"Memang kami secara tegas meminta kepada Pak Prabowo, bila Allah berkehendak dan rakyat memilih menjadi Presiden RI, Menteri Tenaga Kerja berasal dari serikat buruh. Itu lazim di Amerika, Jerman," sambungnya.


(Infografis 10 kontrak politik buruh dan Prabowo/era.id.id)

Tag: hari buruh internasional flyover pancoran prabowo subianto

Bagikan: